bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Program pemerintahan Jokowi-JK tertuang dalam Nawacita, dimana salah satu programnya adalah Kemandirian Pangan. Kemandirian pangan dapat dicapai bila swasembada pangan dapat dipertahankan dengan target : 2015 sebesar 73 juta ton gabah dan  2016 sebesar 75 juta ton gabah. Beberapa usaha untuk meningkatkan produktivitas pangan (intensifikasi) antara lain adalah penyediaan benih, penjagaan ketersediaan air, menjaga ketersediaan pupuk (berpengaruh 30-40% pada sistem produksi), pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan pasca panen. Kebutuhan pupuk bagi tanaman tergantung kepada ketersediaan dan dinamika hara dalam tanah, kebutuhan tanaman, serta target hasil tang akan diraih.

Untuk memperbaiki produktivitas tanah pertanian, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan pendapatan petani, serta penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan diperlukan pendekatan melalui sistem pengelolaan hara terpadu (Integrated Plant Nutrient Management System –IPNMS) dengan menerapkan pemupukan berimbang berdasarkan uji tanah dan memanfaatkan pupuk organik dan pupuk hayati.

Pemupukan berimbang diartikan sebagai pemupukan untuk mencapai status semua hara dalam tanah optimum untuk pertumbuhan dan hasil suatu tanaman. Untuk hara yang telah berada dalam status optimum hanya diberikan seminimal mungkin sebatas takaran perawatan untuk menggantikan yang terangkut panen.  Penambahan hara yang tidak diperlukan justru menyebabkan masalah pencemaran lingkungan, terlebih bila status hara tanah sudah sangat tinggi.

Untuk menentukan kebutuhan pupuk dilakukan dengan uji tanah. Uji tanah adalah suatu kegiatan analisis kimia di laboratorium yang sederhana, cepat, murah, tepat, dan dapat diulang (reproduceable) untuk menduga ketersediaan hara dalam tanah.  Dalam arti yang luas, uji tanah menyangkut aspek-aspek interpretasi, evaluasi dan penyusunan rekomendasi pupuk dari hasil uji tanah serta pengambilan contoh tanah (Melsted and Peck, 1972). Program uji tanah dapat dirangkum dalam empat komponen pokok yaitu: (1) pengambilan contoh tanah, (2) analisis tanah, (3) interpretasi, dan (4) evaluasi dan rekomendasi.

Uji tanah bertujuan untuk: (1) menetapkan status ketersediaan hara dalam tanah, (2) menunjukkan tingkat keseriusan defisiensi atau keracunan unsur suatu tanaman; (3) menyusun rekomendasi pemupukan; dan (4) menilai harkat hara tanah untuk memantau pencemaran lingkungan akibat pemupukan berlebihan atau pencemaran limbah (Melsted and Peck, 1972). Langkah yang dilakukan dalam menentukan rekomendasi pupuk dalam budidaya pertanian adalah : (1) mengambil contoh tanah yang mewakili daerah bersangkutan, (2) analisis kadar haranya di laboratorium, (3) interpretasi data, dan (4) penentuan rekomendasi pupuk.

Ruang lingkup uji tanah. Tanaman membutuhkan 19 unsur hara esensial untuk pertumbuhannya yang digolongkan menjadi unsur makro, makro sekunder, dan mikro.  Tiga diantaranya yaitu unsur makro N, P, dan K pada umumnya menjadi faktor pembatas dalam tanah.  Sedangkan kahat unsur makro sekunder dan mikro seperti Ca, Mg, S, Zn, Fe, Cl, Si, Mo, dan B pada umumnya hanya terjadi pada tanah-tanah tertentu saja. Oleh karena itu, uji tanah pada umumnya hanya mencakup unsur N, P, K dan pH (kemasaman tanah), sedangkan untuk unsur makro sekunder dan mikro hanya bersifat khusus di suatu wilayah tertentu. Uji hara fosfat (P) telah banyak dan terus dikembangkan, dengan tujuan: (1) menentukan jumlah P yang dibutuhkan tanaman, (2) memonitor jumlah P-tersedia di dalam tanah secara periodik, karena P dalam tanah terdapat dalam semua bentuk pool reaksi kimia.  Jumlah P-tanah yang tersedia bagi tanaman sangat bervariasi tergantung karakteristik akar tanaman serta kondisi lingkungan yang mempengaruhi parameter ketersediaan P tanah dan tanaman (Fixen and Grove, 1990).  Khusus untuk tujuan uji tanah, maka hanya bentuk-bentuk P-labil yang diperhitungkan untuk menggambarkan ketersediaan P dalam tanah. Kalium (K) banyak terakumulasi pada bagian atas tanaman rumput pakan ternak, biji-bijian, minyak, buah dan sayuran dalam kisaran 40-50 kg K/ha hingga 500 kg K/ha pada alfalfa, nanas, dan rumput gajah, bahkan pada tanaman pisang kandungan K dapat mencapai 1.400 kg/ha.  Kalium dalam tanah terdapat dalam bentuk terlarut, dapat dipertukarkan, terfiksasi dan terjerap dalam mineral liat (Haby et al., 1990).  Untuk tujuan uji tanah, bentuk K yang diukur sebagai indeks ketersediaan adalah K dalam larutan dan dapat dipertukarkan.

Untuk menyusun rekomendasi pupuk berdasar uji tanah diperlukan suatu penelitian jangka panjang yang dinamakan penelitian pembinaan uji tanah (Widjaja-Adhi, 1985). Dari rangkaian penelitian ini akan dihasilkan suatu kriteria penilaian kuantitatif untuk menjawab keempat tujuan di atas. Penelitian pembinaan uji tanah terdiri atas lima tahap kegiatan yaitu: (1) survei karakterisasi tanah, (2) penjajagan hara tanah, (3) korelasi uji tanah, (4) penelitian kalibrasi uji tanah, dan (5) penyusunan rekomendasi pemupukan. Pelaksanaan penelitian pembinaan uji tanah dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan dana penelitian yang tersedia. Tahap pengembangan penelitian uji tanah minimal yang harus dilakukan adalah survei karakterisasi, studi korelasi, kalibrasi, dan penyusunan rekomendasi pupuk yang dilakukan pada satu sistem iklim-tanah-tanaman.

Dedi Nursyamsi/JP/HW/M.Is.

  1. Berita Terbaru
  2. Kunjungan
  3. Info Teknologi
  4. Info Aktual
  5. Capaian/Penghargaan
  6. Peta
  7. Poster
Sianobakteri (Blue Green Algae) Sumber Pupuk Hayati Untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Sianobakteri (Blue Green Algae) Sumber Pupuk Hayati Untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Menjelang penghujung Agustus tepatnya di hari Kamis 26 Agustus 2021, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) telah…
Pelatihan Analisis Kimia Tanah

Pelatihan Analisis Kimia Tanah

Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para personel laboratorium, Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan telah menyelenggarakan…
Antusiasme Para Petani, Penyuluh dan Perangkat Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamamur Terhadap Demfarm Pemupukan Berimbang

Antusiasme Para Petani, Penyuluh dan Perangkat Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamamur Terhadap Demfarm Pemupukan Berimbang

Pada tanggal 27 Juli 2021, Tim Kostratani Balai Penelitian Tanah telah melakukan monitoring, pengamatan, dan…
Bimtek Online Seri 7 Balai Penelitian Tanah: Pengelolaan Tanah Untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim

Bimtek Online Seri 7 Balai Penelitian Tanah: Pengelolaan Tanah Untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim

Bimbingan teknis (bimtek) online seri ketujuh telah sukses dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanah (Balittanah) pada…
Mempersiapkan Publikasi di International Conference Menggunakan Latex

Mempersiapkan Publikasi di International Conference Menggunakan Latex

LaTex merupakan suatu aplikasi yang mengintegrasikan editor, TEX engine serta style dan class yang digunakan…
Optimalisasi Potensi Kotoran Ternak Sapi Labangka

Optimalisasi Potensi Kotoran Ternak Sapi Labangka

Kegiatan Bimtek Pengomposan Kotoran Ternak dan Pembuatan MOL Dekomposer telah dilaksanakan di lima lokasi di…
Pemahaman Mengenai Dosis Pupuk dalam e-RDKK

Pemahaman Mengenai Dosis Pupuk dalam e-RDKK

Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau yang biasa disingkat e-RDKK merupakan data penerimaan pupuk…
Sentuhan Inovasi Teknologi Balitbangtan untuk Sentra Jagung dan Sapi di Labangka, Sumbawa, NTB

Sentuhan Inovasi Teknologi Balitbangtan untuk Sentra Jagung dan Sapi di Labangka, Sumbawa, NTB

Labangka merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang memiliki luas wilayah…
Sharing Informasi Inovasi Smart Soil Sensing Kit dan Pertanian Berkelanjutan

Sharing Informasi Inovasi Smart Soil Sensing Kit dan Pertanian Berkelanjutan

Di penghujung Juni ini, tepatnya Senin 28 Juni 2021, peneliti Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP,…
Kunjungan Tim Peneliti Balitbu

Kunjungan Tim Peneliti Balitbu

Pada tanggal 4 Juli 2019 Balai Penelitian Tanah (Balittanah) menerima kunjungan tim peneliti dari Balai…
Supervisi PUI Pengelolaan Tanah Presisi

Supervisi PUI Pengelolaan Tanah Presisi

Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Balitbangtan, Kementan adalah salah satu dari 15 lembaga Pusat Unggulan Iptek…
Kunjungan Pelaku IKM Kabupaten Sukabumi

Kunjungan Pelaku IKM Kabupaten Sukabumi

Balitbangtan-Balai Penelitian Tanah mendapat kunjungan dari Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Sukabumi, berjumlah…
Kunjungan Tim RDA-AFACI, Korea

Kunjungan Tim RDA-AFACI, Korea

Pagi ini Balittanah mendapat kunjungan Tim dari RDA (Rural Development Administration)-AFACI, yaitu Dr. Byonggu Ko…
Kunjungan Mahasiswa Universitas Tidar

Kunjungan Mahasiswa Universitas Tidar

Dalam rangkaian kunjungan mahasiswa beserta dosen Universitas Tidar Magelang ke Kampus Pertanian Cimanggu Bogor, sebanyak…
Kepala Balittanah Lakukan Kunjungan Kerja Ke KP Taman Bogo

Kepala Balittanah Lakukan Kunjungan Kerja Ke KP Taman Bogo

Dalam rangka melakukan konsolidasi internal dan menyampaikan informasi terkini, Kepala Balai Penelitian tanah (Balittanah), Dr…
Kunjungan Lapang dan FGD Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Masam Untuk Tanaman Jagung

Kunjungan Lapang dan FGD Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Masam Untuk Tanaman Jagung

Pada hari Rabu tanggal 5 September 2018, telah dilaksanakan acara kunjungan lapang dan FGD terkait…
Kunjungan Tim Biochar ke Lahan Petani di Desa Banyubang

Kunjungan Tim Biochar ke Lahan Petani di Desa Banyubang

Pada tanggal 15 Februari 2018, tim kerja sama penelitian “Biochar sebagai Salah Satu Bentuk Adaptasi…
Kunjungan ICRAF Principal Scientist on Land Health Desicion

Kunjungan ICRAF Principal Scientist on Land Health Desicion

Bertempat di Ruang Rapat II Balittanah mendapat kunjungan Dr. Keith Shepherd (ICRAF Principal Scientist on…
Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

Limbah Pertanian dan Limbah Industri berupa, sekam padi, kelapa sawit, jerami padi dan serbuk gergaji,…
Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

Lahan gambut merupakan penyimpan karbon dalam jumlah sangat besar. Karbon yang terkandung di dalam tanah…
Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 LAHAN GAMBUT Tanah gambut menyimpan C yang jauh lebih tinggi…
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik <5 Hari untuk Pembuatan Foliar Biofertilizer dan Biostimulant…
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah…
Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25%

Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25%

Pemanfaatan Teknologi Nano untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk>25% Study on nanotechnology to improvefertilizerefficiency>25% Dalam upaya mencapai…
Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura

Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura

Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura >20% Mendukung Pengembangan Kawasan Hortikultura Land Management…
Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan>35%, Mendukung P2BN

Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan>35%, Mendukung P2BN

Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan >35%, Mendukung P2BN Technology…
Layanan Perpustakaan

Layanan Perpustakaan

PELAYANAN PERPUSTAKAAN BALAI PENELITIAN TANAH 1. DESKRIPSI Perpustakaan Balai Penelitian Tanah memiliki berbagai koleksi buku…
Konsultasi Teknologi

Konsultasi Teknologi

PELAYANAN KONSULTASI TEKNOLOGI BALAI PENELITIAN TANAH 1. DESKRIPSI Sebagai Lembaga riset, Balittanah menerima jasa konsultasi…
Bimtek dan Praktek Kerja

Bimtek dan Praktek Kerja

LAYANAN BIMBINGAN TEKNOLOGI DAN PRAKTEK KERJA BALAI PENELITIAN TANAH 1. DESKRIPSI Bimtek dan kerja praktik…
Kerjasama Penelitian

Kerjasama Penelitian

LAYANAN KERJASAMA PENELITIAN BALAI PENELITIAN TANAH 1. DESKRIPSI Balittanah membuka kerjasama penelitian terkait pengelolaan tanah…
Penyelenggara Uji Profisiensi

Penyelenggara Uji Profisiensi

LAYANAN PENYELENGGARA UJI PROFISIENSI (PUP) BALAI PENELITIAN TANAH Tarif PUPForm Pendaftaran PUPPetunjuk Bagi PesertaForm Keterangan…
Laboratorium Pengujian

Laboratorium Pengujian

PELAYANAN LABORATORIUM PENGUJIAN BALAI PENELITIAN TANAH Tarif Analisis Laboratorium Kimia TanahTarif Analisis Laboratorium Fisika TanahTarif…
Survey Kepuasan Masyarakat

Survey Kepuasan Masyarakat

Survey Kepuasan Masyarakat
Pengaduan Masyarakat

Pengaduan Masyarakat

LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT BALAI PENELITIAN TANAH 1. DESKRIPSI Sebagaimana diatur dalam Pasal 36 Undang-Undang Nomor…
Aset

Aset

1. Aset BMN 2018 2. Aset BMN 2019 3. Laporan Kondisi Barang per 30 Juni…
Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

Lahan Kering:- Peta Observasi- Peta Kadar C-Organik- Peta Status Hara Fosfat- Peta Status Hara Kalium-…
Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

1. Fosfat Sawah Cirebon 2. Fosfat Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

1. C-Organik Sawah Cirebon 2. C-Organik Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta 3. C-Organik Sawah Madiun…
Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

1. Kalium Sawah Denpasar 2. Kalium Sawah Jawa Timur 3. Kalium Sawah Madiun 4. Kalium…
Fosfat Sawah Jawa Timur

Fosfat Sawah Jawa Timur

1. Fosfat Sawah Denpasar 2. Fosfat Sawah Jawa Timur 3. Fosfat Sawah Madiun 4. Fosfat…
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

1. C-Organik Sawah Denpasar 2. C-Organik Sawah Jawa Timur 3. C-Organik Sawah Madiun 4. C-Organik…
   
   
   
   
   

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com