bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Penelitian di Kalimantan Barat Menguak Jejak Kebakaran Berdasarkan Profil Gambut

 
 
Sebagai lembaga yang telah berkecimpung di dunia penelitian tanah selama lebih dari satu abad, Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memiliki pengalaman panjang terkait kegiatan karakterisasi, inventarisasi, dan penciptaan teknologi pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Atas pengalaman itulah Balittanah sering dipercaya oleh mitra lembaga penelitian luar negeri untuk melaksanakan penelitian di lahan gembut. Untuk tahun ini, Balittanah bekerja sama dengan World Agroforestry Center melalui kegiatan Peat-IMPACTS meneliti emisi dari proses dekomposisi dan kebakaran gambut di Provinsi Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.
Penelitian yang seharusnya dimulai sejak tahun 2020 namun tertunda karena kondisi pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dalam pelaksanaan penelitian lapangan (fieldwork) dan non-lapangan (deskwork). Seiring dengan semakin melandainya kasus Covid 19, di penghujung bulan Maret 2022 ini telah dilaksanakan kegiatan fieldwork berupa pengamatan profil dan pengambilan sampel gambut untuk analisa cadangan karbon di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi pengambilan sampel gambut tersebut merupakan lokasi monitoring emisi CO2 yang dilakukan intensif setiap minggu sekali.
Penelitian yang didanai dari pemerintah Jerman ini telah menetapkan tujuh lokasi yang tersebar di tiga desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat diantara tujuh lokasi pengamatan profil gambut tersebut, terdapat dua lokasi yang memiliki karakteristik sangat menarik karena meski saling berdekatan namun memiliki sejarah kebakaran gambut yang berbeda. Kedua lokasi pengamatan ini berada di Dusun Sukamaju, Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi pengamatan ini dapat dijangkau dari Kota Pontianak menggunakan kendaraan roda empat sampai pertengahan Dusun Sukamaju, dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 500 meter. Lokasi pertama sering terbakar bahkan hampir setiap tahun, sementara lokasi kedua tidak pernah terbakar.
Lokasi pertama merupakan lokasi yang sering terbakar yang kondisinya berupa semak belukar dan di beberapa tempat ditumbuhi akasia. Berdasarkan informasi penduduk setempat, akasia ini tumbuh dengan sendirinya pasca kebakaran. Hasil pengamatan profil gambut diperoleh ciri-ciri antara lain lapisan atas gambut mempunyai struktur yang tidak padat, terdapat sisa-sisa pembakaran berupa arang, mempunyai porositas yang lebih tinggi dibanding kondisi normal, dan pada kedalaman 0-170 cm berwarna coklat gelap sampai coklat kemerahan. Kondisi permukaan air tanah cukup dalam yang diketahui dari lapisan gambut basah dan lembek mulai kedalaman 73 cm. Kondisi saluran air/kanal sebagian besar kering dan tertutup semak belukar dan mengalami penyempitan. Ketebalan gambut cukup bervariasi dimana lapisan substratum (tanah mineral di bawah gambut) ditemukan pada kedalaman 455, 445, dan 411 cm berdasarkan hasil pemboran interval 10, 50, dan 100 m pada transek tegak lurus dari bibir selokan.
Lokasi kedua merupakan lokasi yang jarang bahkan tidak pernah terbakar dengan penggunaan lahan berupa kebun kelapa sawit yang berumur lebih dari 10 tahun. Dari hasil deskripsi profil gambut di lapangan tidak ditemukan adanya tanda-tanda gambut yang mengalami kebakaran. Dibandingkan lokasi pertama yang sering terbakar, lokasi kedua ini berwarna lebih gelap dan memiliki struktur lebih padat. Kedalaman air tanah hampir sama dengan lokasi pertama dimana lapisan gambut yang basah dan lembek ditemukan mulai kedalaman 74 cm. Demikian juga dengan kondisi kanal yang kering, sebagian besar tertutup semak belukar dan mengalami penyempitan di beberapa bagian. Dengan metode yang sama, diketahui ketebalan gambut juga bervariasi antara 398-411 cm.
Dari contoh gambut yang diambil dan dianalisa di laboratorium diharapkan dapat diketahui lebih jauh perbedaan kedua lokasi tersebut berdasarkan cadangan karbonnya. Lebih lanjut, kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memperkuat landasan dan proses pengambilan kebijakan terkait pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. (KZ, RM, DK, SM, AFS, M.Is.).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com