bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Rekomendasi Budidaya Padi Ramah Lingkungan

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melaksanakan kegiatan PROPAKTANI yang merupakan episode #281 yang berjudul Rekomendasi Budidaya Padi Ramah Lingkungan. Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada hari Rabu (12 Januari 2021). Bimtek online berlangsung dengan kondusif dipandu oleh Dr. Fitrah Gunadi sebagai moderator.

Padi merupakan makanan pokok mayoritas rakyat Indonesia, seiring dengan peningkatan populasi di Indonesia, tentunya kebutuhan pangan terutama beras akan meningkat. Pada kesempatan kali ini, salah satu narasumber pada acara ini adalah Ir. A. Kasno, M.Si,  peneliti ahli utama bidang Kimia dan Kesuburan Tanah, Balai Penelitian Tanah. Ir. A. Kasno, M.Si memaparkan materi teknik pemupukan berimbang ramah lingkungan pada budidaya padi. “Kondisi kesuburan tanah pada setiap wilayah tentunya berbeda-beda, sehingga pemupukan berimbang harus tepat dosis, jenis, waktu dan cara penggunaannya’ jelas Kasno. 

Penetapan dosis pupuk dapat ditentukan berdasarkan peta status hara P dan K serta produktivitas padi, buku dosis acuan rekomendasi dan atau menggunakan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) yang  merupakan teknologi dari Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan. Selain itu, penggunaan aplikasi AgriDSS juga menjadi upaya untuk menentukan dosis pemupukan spesifik lokasi. Selain itu juga dapat dilakukan dengan Kalender Tanam Terpadu (Katam Terpadu). Pemupukan berimbang adalah pemupukan yang didasarkan pada karakteristik tanah dan kebutuhan hara akan tanaman merupakan upaya pemupukan yang ramah lingkungan.

Perbaikan tanah dengan aplikasi bahan pembaik tanah juga disampaikan oleh ke empat nara sumber lainnya, yaitu Dr. Nana Sutresna (BPTP Jawa Barat), Dr. Indrastuti Apri Rumanti (BB Padi), Dr. Chusnul Arif, S.TP., M.Si (Akademisi IPB), serta Ir. Entang Sastraatmadja (Ketua harian DPD HKTI Jawa Barat), para narasumber menyampaikan perlu adanya program menggalakan pengelolaan bahan organik baik berupa pupuk kotoran hewan, maupun sisa tanaman. Ke empat nara sumber yang ikut mengisi acara ini yaitu juga sepakat bahwa tanah sebagai sumber daya alam saat ini mengalami kemunduran yang ditandai dengan rendahnya kandungan bahan organik. Salah satu nara sumber menyampaikan perlu adanya political will dalam pengelolaan lahan sawah saat ini, agar ramah lingkungan.

Selanjutnya, Dr. Nana Sutresna (BPTP Jawa Barat) menjelaskan beberapa komponen dalam budidaya padi ramah lingkungan yang terdiri dari penggunaan varietas unggul, penggunaan pupuk hayati, penggunaan pupuk organik in situ, tanam dengan jajar legowo, pengendalian gulma penggunaan pestisida nabati/hayati dan penggunaan pupuk anorganik yang berimbang. Teknologi BPRL dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi di beberapa lokasi. Dr. Chusnul Arif, S.TP., M.Si. yang merupakan Akademisi IPB menjelaskan terkait teknologi SRI sebagai budidaya padi ramah lingkungan. Lebih lanjut, narasumber Ir. Entang Sastraatmadja (Ketua harian DPD HKTI Jawa Barat) menyatakan bahwa kebijakan pertanian Go Organic merupakan upaya untuk menunjang terwujudnya pertanian yang berkelanjutan. Upaya budidaya padi ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman, namun tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan. (DA, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com