bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pencegahan Erosi di Lahan Pertanian, Pengenalan SI Agri DSS Untuk Menghitung Prediksi Erosi dan Rekomendasi Pemupukan

Acara bimtek online Kementan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) seri ke 38 dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan pada tanggal 15 Oktober 2021. Tema yang diusung yaitu “Pencegahan Erosi di Lahan Pertanian, Pengenalan SI Agri DSS untuk Menghitung Prediksi Erosi dan Rekomendasi Pemupukan”. Pelaksanaan acara bimtek ini yaitu melalui zoom dan live streaming youtube dan dihadiri oleh penyuluh di seluruh Indonesia.

Bimtek online dibuka oleh Kepala BPPSDMP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr. Dalam sambutannya, Dedi mengungkapkan pentingnya alat mesin pertanian (alsin) sejak awal tanam hingga panen dan pascapanen untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi biaya pertanian. Pasca panen yang baik akan menjadikan harga jual beras meningkat dan dapat mencapai 9 ribu rupiah/kg. Dengan kemasan yang bagus dan divakum, beras dapat dijual sebesar 20 ribu rupiah/kg. Beras yang berkualitas bagus dan memenuhi standar ekspor dapat dijual hingga 2 dollar/kg. Selain itu juga perlu diperhatikan mengenai pemasaran dan distribusi hasil panen. Pertanian harus berorientasi bisnis sehingga sebelum tanam harus mempunyai offtaker. Lebih baik lagi apabila terdapat korporasi petani sehingga pemasaran dapat lebih terkoordinir dan menghasilkan untung lebih banyak.

Selanjutnya Dedi mengungkapkan bahwa penyuluh pertanian mempunyai tupoksi untuk menggenjot produktivitas pertanian, mendampingi petani, dan juga memberi solusi atas permasalahan pertanian. Dalam pemberian pemupukan harus menggunakan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman. Dedi menguraikan lebih lanjut bahwa adopsi pemupukan berimbang dapat meningkatkan produksi tanaman serta mikroorganisme bisa lebih berkembang. Lebih lanjut, diuraikan juga bahwa dalam pengelolaan lahan harus dihindari terjadinya erosi karena erosi dapat menurunkan produktivitas lahan.

Acara bimtek online ini juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. Beliau menyampaikan bahwa sektor pertanian telah menyelamatkan negara dalam menghadapi pandemi covid-19. Sektor pertanian mampu menjamin kebutuhan pangan penduduk Indonesia sehingga roda ekonomi tetap kokoh dan kuat sehingga pertanian adalah pilihan baik untuk hari ini, besok, dan masa depan. Lebih jauh beliau mengungkapkan bahwa pertanian Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain sehingga diperlukan penguatan SDM pertanian agar menguasai teknik budidaya, pasca panen, dan pemasaran. Selain itu diperlukan modal yang mana tersedia melalui KUR, penguatan alsin pertanian, dan pengolahan kompos.  Menteri Pertanian juga mengungkapkan bahwa bulan depan pada setiap kabupaten harus terdapat percontohan integrated farming seluas 20 ha yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi. Kuncinya yaitu menerapkan pertanian maju, modern, dan mandiri.

Dalam acara bimtek ini Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D juga memberikan arahan kepada para penyuluh pertanian. Beliau menyampaikan bahwa rekomendasi pemupukan dari Balai Penelitian Tanah digunakan untuk pemberian pupuk subsidi. Penyuluh diharapkan dapat mensosialisasikan dosis pupuk rekomendasi kepada para petani.

Narasumber pertama dalam bimtek online ini adalah Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc dengan judul materi adalah “AGRI DSS (Decision Support System) Sebagai Alat Bantu untuk Prediksi Erosi dan Kebutuhan Pupuk Pajale”. Beliau menguraikan mengenai manfaat pemupukan berimbang yaitu (1) meningkatkan produksi dan mutu hasil, (2) meningkatkan efisiensi pemupukan, (3) meningkatkan kesuburan tanah, dan (4) menghindari pencemaran lingkungan.

Lebih lanjut, Ladiyani menjelaskan bahwa terdapat perbedaan status hara P dan K dari data tahun 2014 dengan data tahun 2021. Hal ini karena pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 300 kg/ha bila diaplikasikan ke lahan sawah dengan status hara P dan K rendah hingga tinggi akan terjadi kelebihan hara P dan K, kecuali pada status hara K rendah. Oleh karena itu diperlukan reformulasi pupuk majemuk NPK 15-15-15 menjadi 15-10-12. Balittanah telah mengeluarkan buku rekomendasi pupuk N, P, dan K spesifik lokasi. Buku ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menetapkan kebijakan pupuk bersubsidi dan menjadi referensi petani atau kelompok tani dan PPL dalam menyusun e-RDKK.

Ladiyani memaparkan lebih lanjut bahwa Balittanah telah mempunyai aplikasi rekomendasi pemupukan dalam versi Android (AGRI DSS) dan web (SOIL AGRI DSS). Aplikasi AGRI DSS dapat didownload dari play store. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan pupuk padi, jagung, dan kedelai pada tanah sawah dan lahan kering masam.

Narasumber kedua yaitu Dr. Maswar, peneliti dari kelompok peneliti Fisika dan Konservasi Tanah, Balittanah. Judul materi yang dibawakan yaitu “Pencegahan  Erosi di Lahan Pertanian”. Maswar menjelaskan bahwa sebaran lahan di Indonesia lebih dari 77% mempunyai kelerengan lebih dari 3% sehingga rentan terhadap terjadinya erosi. Penyebab terjadinya erosi dapat disebabkan karena pembukaan tutupan lahan dari kehutanan menjadi lahan lainnya, pengolahan tanah yang kurang tepat, curah hujan dan aliran permukaan yang tinggi, dan pengaruh iklim ekstrim. Kejadian erosi dapat menyebabkan sedimentasi, penurunan kualitas lingkungan, dan kehilangan hara.

Selanjutnya Maswar menerangkan bahwa diperlukan adopsi teknik konservasi tanah dan air. Prinsip dari teknik konservasi adalah meredam energi hujan, meredam daya gerus aliran, memperlambat laju aliran permukaan, dan memperbaiki sifat-sifat tanah yang peka erosi. Teknik konservasi yang dapat diterapkan yaitu metoda mekanik seperti teras bangku, bedengan searah kontur, pembuatan rorak, saluran buntu, dan saluran pembuangan air yang ditambah rumput. Metoda vegetatif konservasi tanah yang dapat diaplikasikan yaitu penanaman lorong, strip rumput, agroforestri, tanaman penutup tanah dan mulsa plastik ataupun sisa tanaman. Metoda kimia dalam konservasi tanah yaitu penggunaan bitumen, PVA, polyurethane, dan lainnya.

Narasumber terakhir dalam bimtek ini yaitu Rahmah Dewi Yustika, S.P., M.Si., Ph.D, peneliti dari kelompok peneliti Fisika dan Konservasi Tanah, Balittanah. Rahmah membawakan materi dengan judul “Sistem Informasi Konservasi Tanah dan Pemupukan SOIL AGRI DSS”. Rahmah menjelaskan bahwa sistem informasi sangat diperlukan dalam pembangunan pertanian karena dapat memberikan informasi secara cepat, tepat, lengkap, valid, dan biaya yang lebih efisien. Balittanah telah mengembangkan Sistem Informasi sejak tahun 2006 yaitu Sistem Pengelolaan Sesuai Harkat (SPLaSH) dalam versi desktop untuk menghitung prediksi erosi. SPLaSH berkembang dari versi 1.02, 1.03, 1.04, dan GeoSPLasH.

Tuntutan informasi yang tersaji secara spasial dan dapat diakses oleh semua orang menjadikan SPLaSH dikembangkan dalam versi web. Versi web menjadikan sistem informasi menjadi spasial decision support system yang mempunyai struktur yang dapat membantu penyelesain masalah, mempunyai interface, mengkombinasikan model dan data, dan dapat mengevaluasi pilihan yang diambil. Nama dari SPLaSH dalam perjalanannya berganti menjadi Sistem Informasi Pengelolaan Lahan (Silahan).

Lebih lanjut Rahmah menerangkan bahwa tahun 2021 terdapat integrasi fungsi dari aplikasi sistem informasi yang selain menghitung prediksi erosi, juga dapat digunakan untuk rekomendasi pemupukan. Nama dari aplikasi dari Silahan berganti menjadi SOIL AGRI DSS.  Dalam bimtek ini juga didemonstrasikan bagaimana cara menggunakan aplikasi SOIL AGRI DSS.

Pengenalan sistem informasi aplikasi SOIL AGRI DSS kepada penyuluh diharapkan dapat membantu dalam menghitung prediksi erosi pada lahan pertanian dan juga memberikan rekomendasi teknik konservasi yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi erosi. Selain itu informasi rekomendasi pemupukan spesifik lokasi dapat membantu penyuluh secara cepat dan tepat untuk menginformasikan jumlah pupuk kepada petani. (RDY, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com