bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknologi Konservasi dan Pemupukan Pada Tanaman Kentang

Kentang merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Seiring dengan gaya hidup masa kini, kentang menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat selain beras sehingga permintaan pasar akan kentang semakin meningkat. Guna meningkatkan produktivitas kentang, maka diperlukan inovasi teknologi yang dapat diaplikasikan dalam budidaya kentang guna meningkatkan produktivitas kentang di Indonesia.  Menjawab akan kebutuhan inovasi teknologi tersebut, maka Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP, Balitbangtan Kementan telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pada tanggal 12 Oktober 2021 di Banjarnegara, Jawa Tengah dengan mengusung tema “Teknologi Konservasi dan Pemupukan Pada Tanaman Kentang”.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan suatu langkah sosialisasi kegiatan penelitian Teknologi Konservasi dan Pemupukan Pada Tanaman Kentang di Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah yang mana merupakan bagian dari kegiatan Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) Pengembangan Pertanian Modern dan Berkelanjutan. Bimtek ini dihadiri oleh petani Desa Sumberejo Kabupaten Banjarnegara, Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) wilayah Kecamatan Batur, Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) wilayah Kecamatan Batur, Danramil Kecamatan Batur, dan aparat Desa Sumberejo.

Bimtek ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Sumberejo, Kabupaten Banjarengara, Bapak Ibrahim. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Balittanah, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc, yang mengungkapkan bahwa untuk mencapai produktivitas kentang yang optimal dibutuhkan teknologi konservasi dan pemupukan. Selain itu Ladiyani juga menyerahkan bantuan perangkat uji tanah kering (PUTK) dan perangkat uji pupuk organik (PUPO) kepada Kepala Desa Sumberejo. PUTK dan PUPO masing-masing berfungsi untuk menguji kesuburan tanah dan menguji kualitas dari pupuk kandang yang digunakan oleh petani sehingga mereka mendapatkan informasi mengenai sistem manajemen pertanian yang diaplikasikan pada lahannya. Selanjutnya, terdapat sambutan dari Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Totok Setya Winarna, S.Pi., yang mengarahkan agar petani Desa Sumberejo dapat memanfaatkan bantuan PUTK dan PUPO serta mengaplikasikan ilmu dari kegiatan bimtek.

Narasumber pada acara bimtek ini yaitu Rahmah Dewi Yustika, S.P., M.Si., Ph.D., dan Dr. Ir. Wiwik Hartatik, M.Si yang mana keduanya merupakan peneliti dari Balittanah. Pada kesempatan ini Rahmah menyampaikan materi berjudul “Konservasi Tanah Pada Tanaman Kentang”. Dalam paparannya, Rahmah mengungkapkan bahwa tanah di Kawasan Dieng termasuk ke dalam klasifikasi tanah Andosol, dimana . tanah Andosol dicirikan berwarna hitam atau coklat tua, tanah bagian bawah berwarna coklat sampai coklat kekuningan, struktur remah, kadar bahan organik tinggi, tekstur sedang, porous, licin jika dipirid, dan akumulasi liat sering ditemukan di lapisan bawah (Dudal dan Soepraptohardjo, 1961). Tanah andosol yang terletak di dataran tinggi mempunyai kelerengan lebih dari 15% sehingga menyebabkan rentan terjadi erosi.

Rahmah menguraikan lebih lanjut bahwa terdapat berbagai jenis erosi yaitu erosi lembar, erosi alur, erosi parit, dan longsor. Akibat dari erosi yaitu terjadinya pengangkutan tanah bagian atas, menurunnya infiltrasi, sedimentasi di air, dan menurunnya kualitas air. Teknik konservasi tanah yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi terjadinya erosi yaitu teras bangku dengan rumput di bibir dan tampingan teras, teras gulud, rorak, dan penanaman searah kontur. Melalui adopsi teknologi konservasi tanah, selain dapat mengurangi erosi tanah, juga dapat mengurangi aliran permukaan, mengurangi jumlah kehilangan hara, dan dapat meningkatkan hasil tanaman kentang. Diperlukan adanya kesadaran masyarakat untuk mengaplikasikan teknik konservasi tanah di lahan pertanian mereka agar tanah dapat lestari sampai generasi berikutnya.

Narasumber yang kedua yaitu Dr. Wiwik Hartatik memaparkan materi dengan judul “Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kentang”. Melalui pemaparannya, Wiwik menjelaskan bahwa pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai hasil yang optimal. Manfaat pemupukan berimbang adalah meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, meningkatkan efisiensi pemupukan, meningkatkan kesuburan tanah dan lestari, dan menghindari pencemaran lingkungan. Azas 6 tepat pemupukan yaitu tepat jenis pupuk, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, tepat jenis tanah, dan tepat jenis komoditas. Selanjutnya Wiwik menerangkan bahwa berdasarkan analisis laboratorium uji tanah, status hara P dan K di lokasi demplot dan superimpose tergolong tinggi sehingga dosis rekomendasinya yaitu pupuk majemuk NPK 15-15-15 plus S sebesar 1000 kg/ha dan pupuk kandang 20 ton/ha.

Pada materi berikutnya, Wiwik menerangkan terkait teknik pengambilan contoh tanah untuk analisis kimia. Contoh tanah komposit merupakan campuran 10 contoh individu, diambil pada kedalaman 20 cm untuk tanaman pangan, kedalaman 0 – 20 cm dan 20 – 40 cm untuk tanaman tahunan, dan mewakili satuan pengambilan contoh tanah. Pengambilan contoh tanah tidak boleh dilakukan pada pinggiran dekat petak untuk lahan sawah, dekat masuknya air, bekas timbunan sisa tanaman, bekas sampah, bekas pembakaran, ada kotoran ternak, dan pada lapisan teratas (0 – 5 cm). Peralatan untuk mengambil contoh tanah bisa menggunakan bor tanah ataupun cangkul. Setelah materi pengambilan contoh tanah, para peserta melakukan praktek pengambilan contoh tanah dan hasilnya diuji dengan menggunakan PUTK dan PUPO. Melalui praktek penggunaan PUTK dan PUPO diharapkan petani mendapatkan informasi mengenai rekomendasi pupuk secara langsung spesifik lokasi.

Diharapkan melalui kegiatan bimtek ini petani dapat memperoleh manfaat dan ilmu mengenai teknologi konservasi tanah untuk mencegah erosi di lahan pertanian berlereng dan informasi mengenai pemupukan pada tanaman kentang dalam rangka untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. (RDY, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com