bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Konservasi Tanah Pada Budidaya Pertanian

Pada hari Rabu tanggal 6 Oktober 2021, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Badan Litbang Kementerian Pertanian mengadakan bimtek online seri ke-8 yang berjudul “Konservasi Tanah Pada Budidaya Pertanian”.

Bimtek online ini dibuka oleh Sub Koordinator Pendayagunaan Hasil Pertanian yaitu Drs. Widhya Adhy. Adapun narasumber dalam bimtek online ini adalah Dr. Ir. Maswar, M. Agric. Sc dan dipandu oleh moderator Rahmah Dewi Yustika, S.P., M.Si., Ph.D dimana keduanya adalah peneliti dari Kelti Fisika dan Konservasi Tanah, Balittanah, BBSDLP. Bimtek online dihadiri oleh 380 peserta dari berbagai instansi diantaranya Dinas Pertanian, DKP3, politeknik, Universitas, dan BPTP.

Dalam paparannya Dr. Ir. Maswar, M. Agric. Sc menjelaskan bahwa terdapat tantangan global terkait dengan konservasi tanah yaitu bahwa pada tahun 2050 penduduk dunia akan menjadi 2,4 milyar yang mana akan menjadi tekanan terhadap sistem pertanian. Selain itu juga terdapat perubahan iklim yang dapat mengancam pencapaian ketahanan pangan. Diuraikan juga pengaruh perubahan iklim terhadap pertanian yaitu menyebabkan curah hujan yang semakin intensif dan musim kemarau yang semakin panjang, suhu udara yang semakin meningkat sehingga terdapat ancaman hama dan penyakit tanaman, kenaikan muka air laut sehingga meningkatkan tanah salin, dan adanya potensi penurunan hasil untuk setiap kenaikan 1°C.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengaruh iklim ekstrim dapat menyebabkan terjadinya curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan erosi dan aliran permukaan yang tinggi pada lahan pertanian. Selain itu, erosi juga dapat diakibatkan oleh adanya perubahan lahan dan pengolahan tanah yang tidak tepat. Erosi merupakan suatu kejadian yang mengakibatkan partikel tanah dari suatu tempat berpindah ke tempat lain oleh media air ataupun angin. Sebagai negara tropis, media yang mempengaruhi erosi di Indonesia adalah air. Kejadian erosi ini patut diwaspadai karena mengangkut lapisan tanah teratas yang mengandung hara. Erosi yang berkelanjutan dapat mengakibatkan kemiskinan hara pada lahan pertanian sehingga tidak mampu secara optimal mendukung produktivitas tanaman.

Selanjutnya, Maswar juga menjelaskan secara detail tindakan manajemen lahan yang dapat diaplikasikan untuk mencegah terjadinya erosi yaitu melalui aplikasi teknik konservasi tanah pada lahan pertanian. Teknik konservasi tanah meliputi teknik sipil teknis (pembuatan teras bangku, rorak, saluran buntu, dan saluran pembuangan air), teknik vegetatif (penanaman sesuai kontur, agroforestry, penanaman rumput, dan tanaman penutup tanah), dan secara kimiawi (bitumen, PVA, dan lain sebagainya). Praktek manajemen konservasi tanah yang juga bermanfaat untuk memperbaiki sifat tanah yaitu dengan pengelolaan bahan organik dan pembenah tanah biochar.

Melalui penerapan konservasi tanah diharapkan agar tanah dapat terjaga dari kejadian erosi sehingga tanah dapat terlindungi dari degradasi tanah. Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, dalam arahannya menyatakan bahwa diperlukan adopsi konservasi tanah secara luas pada lahan pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan. (RDY, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com