bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Wonosobo dalam: “PEMUPUKAN BERIMBANG UNTUK MENUJU PERTANIAN SEHAT DAN BERKELANJUTAN”  

Wonosobo merupakan  sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang di timur, Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara di barat, serta Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal di utara.

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Wonosobo terdiri dari jenis tanah Andosol (25%), terdapat di Kecamatan Kejajar, sebagian Garung, Mojotengah, Watumalang, Kertek dan Kalikajar; tanah Regosol (40%), tedapat di Kecamatan Kertek, Sapuran, Kalikajar, Selomerto, Watumalang dan Garung; dan tanah Podsolik (35%), terdapat di Kecamatan Selomerto, Leksono dan Sapuran (Buku Promosi Potensi Investasi, 1997).

Wonosobo memiliki tanah yang sangat subur sehingga banyak sekali tanaman yang dapat tumbuh contohnya adalah sayuran. Berbagai macam sayuran dapat tumbuh seperti, kubis, kentang, seledri, daun kocai, sawi, mentimun, bayam, terong, cabai, kangkung, dan masih banyak tumbuhan yang termasuk jenis sayuran lain. Di wilayah yang dijuluki kota dingin ini juga dapat tumbuh berbagai buah-buahan seperti pisang, pepaya, durian, mangga, jambu, duku, rambutan, buah naga, nanas, kelengkeng, stroberi, anggur, manggis, dan lain-lain. Selain itu, pertanian juga menghasilkan  singkong dan ubi jalar. Salah satu yang menjadi Buah Khas di Wonosobo adalah Buah Carica (Vasconcellea cundinamarcencis).

 Untuk mendukung pertanian di wilayah Kabupaten Wonosobo, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) melaksanakan Bimbingan Teknis Pemupukan Berimbang Untuk Menuju Pertanian Sehat Dan Berkelanjutan dalam rangka hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan. Bimtek dilaksanakan pada 22 September 2021 di Kresna Hotel, Jl. Pasukan Ronggolawe No.30, Wonosobo Timur, Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Balittanah-Balitbangtan, Komisi IV DPR RI Ibu Vita Ervina, SE., MBA, dan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo.

Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa lahan pertanian keberadaannya terbatas, tidak bisa berkembang atau bertambah, oleh karenanya perlu optimalisasi pengelolaan lahan pertanian untuk menghasilkan produktivitas yang optimal dan lestari. Peningkatan produktivitas pertanian merupakan tugas semua pihak baik pemerintah maupun petani sendiri. Kementan melalui Badan Litbang Pertanian menjawab tantangan dan permasalahan itu dengan menyediakan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik berupa dukungan produk kebijakan, rekomendasi pengelolaan hara tanah dan pupuk (pupuk anorganik dan pupuk hayati), alat uji cepat (PUTS, PUTK, PUP, PUPO), dan Sistem Informasi Pengelolaan Hara. Salah satu kegiatan penyebaran inovasi dan teknologi Balitbangtan melalui bimbingan teknis, yang hari ini mengambil tema Pemupukan Berimbang Untuk Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan. Balitbangtan selalu siap dan terbuka untuk mendampingi dan mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Wonosobo dan Indonesia pada umumnya.

Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimtek yang difasilitasi Balai Penelitian Tanah Balitbangtan Kementan dan Komisi IV DPR RI Ibu Vita Ervina, SE., MBA sangat diapresiasi. Wonosobo yang mayoritas sebagai wilayah agraris atau pertanian, maka perhatian pemerintah merupakan suatu keharusan. Bimtek ini diharapkan bisa memunculkan petani-petani yang handal, berkualitas, hasil sehat, serta berkelanjutan. Materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik, mudah dipraktikkan sehingga pertanian akan semakin maju dan petani lebih sejahtera.

Ibu Vita Ervina, SE., MBA dari Komisi IV DPR RI sangat konsen terhadap peningkatan kapasitas petani melalui bimtek Pemupukan Berimbang Untuk Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan ini. Komisi IV bertekad untuk terus membenahi tata kelola pupuk sangat mendukung program pemupukan berimbang. Karena pemupukan berimbang ini akan memberikan hasil yang optimal dan masih tetap menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. Bimtek pemupukan berimbang ini diharapkan bisa memberi pencerahan petani untuk lebih arif dalam menggunakan pupuk. Menjaga kesuburan dan kelestarian tanah berarti menjaga anak cucu kita.

Narasumber 1 Dr. Diah Setyorini memberikan materi Pemupukan Berimbang Untuk Peningkatkan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Narasumber 2 Ir. Jati Purwani, M.Si menyampaikan materi Pembuatan Pupuk Organik dengan Teknologi Pengomposan. Dalam bimtek ini juga diserahkan hasil inovasi teknologi Balittanah-Balitbangtan berupa PUTS, PUTK, PUP, PUPO. (HW, M.Is).

 

 

 

 

 

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com