bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Bimtek Online Seri 7 Balai Penelitian Tanah: Pengelolaan Tanah Untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim

Bimbingan teknis (bimtek) online seri ketujuh telah sukses dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanah (Balittanah) pada tanggal 29 Juli 2021. Kegiatan bimtek kali ini mengusung tema “Pengelolaan Tanah Untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim”. Acara ini diikuti oleh 433 peserta yang berasal dari perguruan tinggi, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan Dinas Pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai narasumber pada bimtek seri 7 adalah Dr. Ai Dariah dengan moderator acara Dr. Setiari Marwanto. Acara bimtek ini dibuka langsung  oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati.

Kedua kata yang sering terdengar pada isu perubahan iklim adalah adaptasi dan mitigasi. Dalam paparannya Dr. Ai Dariah menjelaskan bahwa adaptasi perubahan iklim adalah mengantisipasi dampak buruk dari perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi atau meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan. Sedangkan mitigasi perubahan iklim adalah tindakan untuk mengurangi kecepatan perubahan iklim yang dilakukan dengan tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Lebih lanjut Ai menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dapat berupa meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), meluasnya areal yang memiliki salinitas tinggi, dan meningkatnya temperatur sehingga fisiologis tanaman terganggu. Kondisi ini menyebabkan fluktuasi harga dan kerawanan pangan. Data di tahun 2019 diketahui bahwa  sektor pertanian menyumbang emisi GRK 6% terhadap emisi GRK nasional. Sumber emisi utama dari sektor pertanian adalah (1) CO2 dari perubahan penggunaan lahan yang mempunyai cadangan C tinggi; (2) CO2 dari lahan gambut; (3) CH4 dari lahan sawah; (4) N2O dari pupuk N dan kotoran ternak; (5) CH4 dari sendawa dan kotoran ternak; dan (6) CO2 bahan organik tanah mineral, CO2 dari kebakaran gambut.

Dalam pemaparannya, Dr. Ai Dariah juga menerangkan teknologi pengelolaan tanah sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Penggunaan kompos, biochar, mulsa, terasering, penanaman lorong, tanaman penutup tanah, olah tanah konservasi, pemupukan berimbang, pupuk hayati. Pengelolaan air intermitten dan macak-macak pada tanaman padi merupakan teknik yang dapat diterapkan untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Aktivitas sektor pertanian dalam mengatasi perubahan iklim serta tindakan adaptasi dan mitigasinya didukung penuh oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Yang mana hal ini tercermin dalam partisipasi Balitbangtan terhadap pertemuan perubahan iklim di tingkat internasional.

Setelah paparan dengan penjelasan rinci dan menarik, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber. Peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan lewat media chat dan bertanya secara langsung. Acara ini tidak hanya dilaksanakan melalui aplikasi zoom, namun disiarkan juga di channel youtube Balai Penelitian Tanah.

Diharapkan melalui acara ini para pelaku usaha pertanian dapat memahami tata laksana pengelolaan tanah untuk adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa terkendala perubahan iklim dan mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan. (RDY, JA, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com