bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Optimalisasi Potensi Kotoran Ternak Sapi Labangka

Kegiatan Bimtek Pengomposan Kotoran Ternak dan Pembuatan MOL Dekomposer telah dilaksanakan di lima lokasi di Desa Labangka, Kecamatan Labangka, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat pada hari Selasa – Jumat, 30 Juni 2021 – 2 Juli 2021. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Riset Pengembangan Inovasi Kolaborasi (RPIK) Sapi-Jagung Balitbangtan. Balai Penelitian Tanah(Balittanah) sebagai bagian dari kegiatan RPIK ini mengangkat topik penelitian berjudul Teknologi Pengkayaan Mikroba Untuk Meningkatkan Kualitas Pupuk Organik dan Efisiensi Pemupukan NPK Pada Sistem Integrasi Sapi-Jagung, telah memberikan bimbingan pembuatan kompos dari kotoran sapi yang tersedia dalam jumlah banyak di Desa Labangka.  Pelaksanaan Bimtek ini melibatkan petani jagung dan peternak sapi.

Pada kesehariannya, petani di Desa Labangka dalam melaksanakan budidaya jagung, hanya menggunakan pupuk anorganik urea dan pupuk majemuk Phonska dengan total dosis sekitar 700-900 kg/ha. Sedangkan pemanfaatan kotoran ternak yang tersedia cukup melimpah belum pernah digunakan karena masih minimnya pengetahuan akan pentingnya penggunaan pupuk organik. Untuk mengurangi tumpukan limbah kotoran ternak, petani biasanya membakar kotoran ternak tersebut.  Dari hasil diskusi, petani menyadari bahwa kondisi tanah mereka semakin tidak sehat dan keras karena selama ini hanya menggunakan pupuk anorganik saja sementara ketersediaan pupuk kandang cukup berlimpah dan belum dimanfaatkan.

Pelaksanaan kegiatan bimtek ini diawali koordinasi dengan petugas di lapang Bapak Habibi, seorang milenial sarjana peternakan, untuk persiapan bahan dan lokasi Bimtek yang dilakukan di lahan petani. Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu 30 Juni 2021, Bimtek dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Desa Labangka 1 dari jam 9.00 - 12.00 WIT dan Desa Labangka 4 dari jam 14.00 - 15.00 WIT.  Pelaksanaan Bimtek dibuka oleh Tim Bimtek dari BPTP Lombok Bapak Sasongko, dilanjutkan dengan materi tentang pentingnya penggunaan pupuk yang seimbang yaitu pupuk kimia, pupuk organik, dan pupuk hayati disampaikan oleh Tim dari Balittanah.

Selanjutnya dijelaskan bagaimana cara melakukan pengomposan dan cara membuat MOL oleh peneliti Biologi dan Kesehatan Tanah, Balittanah Dr. Rohani Cinta Badia Ginting dan disertai praktek yang dilakukan bersama dengan seluruh peserta. Pelaksanaan pengomposan dilakukan dalam bak pengomposan berukuran sekitar 1 x 1 x 1 m3 menggunakan dekomposer hasil teknologi Balittanah yaitu DekoLign dan Agrodeko.

Pembuatan MOL dekomposer dilakukan dalam ember bertutup kapasitas 40 L dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lapang seperti pisang, bongkol pisang, semangka, pepaya, air kelapa, tepung beras, dan dekomposer DekoLign. Pelaksanaan Bimtek di Desa Labangka 1 diikuti oleh 33 peserta, Desa Labangka 4 sebanyak 18 peserta, di Labangka 4 sedianya sekitar 30 orang. Selanjutnya pada pelaksanaan hari kedua, Kamis, 1 Juli 2021, dari jam 9.00 - 12.00 WIT, Bimtek dilaksanakan hanya di 1 lokasi yaitu di Desa Labangka 5 yang diikuti oleh 9 peserta. Menurut petugas lapang, sedikitnya jumlah peserta Bimtek karena minat petani masih sangat terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pembuktian terlebih dahulu agar minat petani menjadi tergugah.

Pada hari ketiga, Jumat, 2 Juli 2021, Bimtek dilanjukan di 2 lokasi yaitu Desa Labangka 3 dari jam 9.00 - 12.00 WIT dan Desa Labangka 2 dari jam 14.00 - 15.00 WIT.  Sama dengan pelaksanaan Bimtek di hari sebelumnya, pelaksanaan Bimtek dibuka oleh Tim Bimtek dari BPTP Lombok Bapak Sasongko, dilanjutkan dengan materi tentang pentingnya penggunaan pupuk yang seimbang yaitu pupuk kimia, pupuk organik, dan pupuk hayati disampaikan oleh Tim dari Balittanah. Selanjutnya dijelaskan bagaimana cara melakukan pengomposan dan cara membuat MOL disertai praktek yang dilakukan bersama dengan seluruh peserta. Pelaksanaan Bimtek di Desa Labangka 3 diikuti oleh 18 peserta dan pelaksanaan Bimtek di Desa Labangka 2 diikuti oleh 26 peserta.

Seluruh peserta Bimtek pembuatan kompos dan MOL yang dilakukan di lima desa terlihat antusias mendengar pemaparan tentang pentingnya penggunaan pupuk organik. Beberapa petani telah menyiapkan kotoran ternak di lahan masing-masing untuk dilakukan pengomposan. Di akhir pemaparan, Tim Bimtek mengajak seluruh petani untuk melaksanakan pengomposan di lahannya masing-masing menggunakan dekomposer yang telah disiapkan dan akan dikawal oleh teknisi Balittanah yang bertugas Sujatmo yang rencananya menjadi detasaring di lapang selama satu bulan. Beberapa petani melaporkan telah mengumpulkan kotoran ternaknya untuk dikomposkan karena selain mengurangi limbah dan bau yang tidak enak, juga dapat dimanfaatkan untuk menghemat penggunaan pupuk kimia yang ketersediaannya kadang terbatas dengan harga cukup mahal.

Setelah pelaksanaan Bimtek, antusiasme petani dalam melaksanakan pengomposan limbah kotoran ternak terlihat. Pengomposan limbah kotoran ternak telah dilakukan oleh petani yang didampingi oleh teknisi Balittanah Sujatmo, total sebanyak 8 ton kotoran ternak telah dikomposkan di Desa Labangka 1 dan 7 ton kotoran ternak di Desa Labangka 4. Demikian juga pembuatan MOL dekomposer telah dilakukan dalam ember bertutup dan menggunakan aerator untuk mengaduk. (RCBG, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com