bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pemahaman Mengenai Dosis Pupuk dalam e-RDKK

Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau yang biasa disingkat e-RDKK merupakan data penerimaan pupuk subsidi yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran. Dengan adanya sistem ini, kebutuhan pupuk subsidi dapat terorganisir hingga sampai ke tangan petani selaku penerima pupuk subsidi. Adanya pemahaman mengenai hal ini dan bagaimana asal muasal pembagian jumlah pupuk subsidi tersebut, perlu disampaikan kepada masayarakat sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas terkait e-RDKK.

Penyusunan e-RDKK ini diawali dengan pemetaan kondisi kesuburan tanah di seluruh wilayah di Indonesia, kemudian dipetakaan status haranya terutama P dan K, setelah itu dilakukan penghitungan jumlah kebutuhan pupuknya. Kondisi kesuburan tanah yang tidak seragam mengakibatkan jumlah pembagian pupuk subsidi pun tidak seragam. Tanah yang sudah subur, tentu saja akan mendapat rekomendasi pemupukan yang lebih kecil dibandingkan dengan tanah yang memiliki tingkat kesuburan sedang atau bahkan rendah. Tujuannya agar pemupukan berimbang.

Pemahaman mengenai hubungan kondisi tanah dan pembagian pupuk subsidi ini perlu terus disampaikan kepada masyarakat, termasuk oleh Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP, Balitbangtan Kementan yang secara langsung terlibat dalam penyusunan rekomendasi ini.  Kepala Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati menyampaikan bahwa pemberian pupuk harus berimbang.  “Pemupukan berimbang merupakan pemberian pupuk ke dalam tanah agar hara esensial tanah mencapai jumlah yang seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah, serta menghindari pencemaran lingkungan ”, hal ini ia ungkapkan ketika menjadi narasumber pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Vol. 15 dengan judul Sosisalisai Dosis Pemupukan pada sistem e-RDKK yang diselenggarakan oleh BPPSDMP Kementan pada Tanggal 6 Juli 2021.  

Selanjutnya pada kesempatan yang sama, peneliti utama Balittanah Ir. A. Kasno, M.Si. juga menyampaikan bahwa permasalahan serius dalam sistem produksi padi adalah adanya pelandaian peningkatan produktivitas atau levelling off terutama pada lahan sawah intensif. Selain itu masih rendahnya produktivitas padi di lahan non intensif dan lahan sub optimal (lahan kering dan rawa). “Kedua permasalahan ini berkaitan dengan teknologi pemupukan dan keseimbangan hara” terangnya.

Menanggapi kesalahpamaham di masyarakat mengenai dosis pemupukan dalam e-RDKK, kasno menerangkan bahwa kondisi status hara P dan K eksisting di lahan sawah saat ini adalah seluas 89% lahan bersatus hara P sedang sampai tinggi. Sedangkan untuk status hara K, seluas 79% lahan sawah bersatus hara sedang sampai tinggi. Diharapkan melalui acara ini, dapat dipahami terkait dasar penyusunan e-RDKK serta dosis rekomendasi yang dikeluarkan. (KZ, AFS, M.Is).     

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com