bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Rekomendasi Pupuk untuk Si Wangi Apakah Sudah Sesuai?

Siapa yang tidak mengenal beras pandan wangi, produk lokal unggulan dari Kabupaten Cianjur yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan namanya santer di seantero negeri. Letak geografis serta tanah dengan kandungan bahan organik yang tinggi diyakini menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi padi yang berkualitas. Tidak semua kecamatan di Cianjur menghasilkan beras pandan wangi, namun potensi untuk pengembangannya masih terbuka lebar dan bagaimana pemenuhan kecukupan haranya.

Dalam rangka untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani dalam budidaya padi khususnya terkait rekomendasi pemupukan maka Balai Penelitian Tanah (Balittanah), BBSDLP, Balitbangtan, Bogor telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur pada hari Rabu 17 Maret 2021.

Pancaran mentari pagi yang cerah seakan telah membangkitkan antusiasme petani di Desa Bobojong dan Cikalong Kulon, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur untuk mengikuti Bimtek “Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah dan Reformulasi NPK 15-10-12”, yang ditandai dengan penuhnya tempat duduk yang disediakan panitia. Acara Bimtek di Aula kantor BPP Kecamatan Mande ini merupakan bagian kegiatan Diseminasi Pendampingan Program Strategis Kementan 2021 oleh Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Acara Bimtek dihadiri oleh Kepala UPTD Kabupaten Cianjur, Ir. Cahya, UPTD Kecamatan Mande, Guspriadin, PPL Kecamatan Mande, Kepala Balittanah, Kasubbag TU Balittanah, Narasumber Ir. Nurjaya, MP dan Tim pelaksana Bimtek Balittanah serta 50 orang petani yang mewakili kelompok tani di Kecamatan Mande dengan tetap mengikuti prokes dalam situasi pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya Kepala UPTD Kecamatan Mande, Ir Cahya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Bimtek Balittanah Bogor dan mengharapkan kepada petani peserta agar memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk menambah ilmunya dalam pengelolaan pupuk dan lahan, selanjutnya ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat diadopsi di kelompok tani masing-masing. Cahya menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kecamatan Mande sebagai tempat acara Bimtek, karena tidak semua kecamatan yang beruntung mendapatkan Bimtek ini,  Sejauh ini dari 32 BPP yang ada di Kabupaten Cianjur baru 2 BPP yang mendapatkan Bimtek yaitu Kecamatan Mande dan Kecamatan Warung Kondang, acara Bimtek di BPP Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur dilaksanakan satu minggu sebelumnya oleh Tim dari BBSDLP. 

Acara Bimtek ini sangat penting dalam upaya peningkatan produksi padi pandan wangi di Kabupaten Cianjur dan merupakan salah satu sentra padi pandan wangi. Petani harus mengetahui karakteristik kesuburan tanahnya, berapa dosis pupuknya dan semua harus terukur dan dihitung agar sistem budidaya padinya efektif dan efisien, alias tidak menghambur-hamburkan uang. Petani juga harus lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih pupuk, karena dipasaran banyak beredar pupuk yang tidak sesuai dengan apa yang tertera di label, ini sangat merugikan petani. Dengan adanya Bimtek ini, Kepala UPTD Kabupaten Cianjur mengharapkan agar petani lebih cerdas dan bijak dalam mengelola lahan pertaniannya sehingga produktivitas padi yang saat ini berkisar 6,8-7,2 ton ha-1 dapat ditingkatkan.

Kepala Balittanah, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas kehadiran petani dan peran serta BPP dalam pelaksanaan kegiatan Bimtek ini, Menurut beliau pintar saja belum cukup tapi perlu bijksana dalam pengelolaan lahan sehingga terjaga produksi dan kualitasnya. Balittanah hanya menjalankan amanah dari Kementan untuk melaksanakan Bimtek di beberapa lokasi seperti di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ibu Kepala Balai berpesan agar petani jangan menanam 1 varietas terus menerus dalam kurun waktu yang terlalu lama karena akan cenderung menguras hara tertentu, juga dengan adanya perubahan iklim maka perlu dilakukan adaptasi oleh petani.

Di akhir sambutannya Ka Balittanah mengharapkan agar komunikasi tidak terbatas pada saat acara Bimtek saja akan tetapi komunikasi terus dilakukan terutama bila ada permasalahan-permasalahan teknis yang dihadapi oleh petani di lapangan, dan Balittanah siap memberikan respon dan bersama-sama  untuk mencarikan solusinya.

Bertindak sebagai narasumber Ir. Nurjaya, MP peneliti senior dari Balittanah didampingi oleh Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., M.Sc. Dalam acara tersebut Ir. Nurjaya, MP menyampaikan materi “Pemupukan berimbang sebagai dasar penetapan rekomendasi pemupukan padi sawah dan Reformulasi pupuk NPK 15-10-12”. Diawali dengan penyampaian permasalahan produktivitas padi yang stagnan meskipun tanaman sudah dipupuk dalam dosis tinggi, pengenalan unsur hara, ada 16 unsur hara yang diperlukan tanaman, pengenalan pupuk, pemupukan berimbang dan rencana perubahan formula pupuk NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Sedangkan Ibrahim menjelaskan terkait peranan penting pupuk silica bagi tanaman padi dan manfaat pengembalian jerami padi ke lahan.

Dalam diskusi, petani banyak menanyakan terkait pH tanah dan bagaimana cara pengukurannya, rekomendasi pupuk spesifik lokasi untuk Cianjur, terkait waktu pemupukan yang tepat dan juga masalah pengelolaan jerami padi. Semua pertanyaan dari petani telah direspon dengan baik oleh narasumber. Sebagai bentuk perwujudan kepedulian Balittanah dalam upaya peningkatan pengetahuan PPL dan Petani di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur maka Ibu Kepala Balittanah memberikan bantuan berupa 1 unit Perangkat Uji Tanah Sawah untuk BPP Mande. (IAS, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com