bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

SEKILAS BIMTEK “Kegiatan Padat Karya Pendampingan Program Strategis Kementan” di KP. Taman Bogo

Kebun Percobaan (KP) Taman Bogo terletak pada ketinggian 30 m dpl, pada 50o LS dan 105o BT pada wilayah administrasi Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung merupakan representatif tanah ordo Ultisol yang mewakili tanah kering masam di Indonesia. Dengan luasan mencapai 20,14 ha, KP Taman Bogo adalah merupakan salah satu aset Badan Litbang Pertanian yang pelaksanaannya dikelola oleh Balittanah, yang mempunyai fungsi utama untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi teknologi di lapang.

Secara fungsi, KP Taman Bogo digunakan sebagai lokasi penelitian dan pengkajian (litkaji) teknologi pertanian/visualisasi hasil penelitian, lokasi kebun produksi, dan sebagai lokasi kunjungan berwawasan pertanian/agrowidyawisata, juga berperan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) UPT.

Dalam rangka mendukung pemerintah dalam melaksanakan “Kegiatan Padat Karya Pendampingan Program Strategi Kementan”, maka Balittanah mengadakan Bimtek Inovasi Teknologi Pertanian yang bertempat di Kebun Percobaan Taman Bogo yang dilaksanakan selama 3 hari (tgl.  2, 3 dan 4 Maret 2021), yang dihadiri oleh Camat Purbolinggo, Danramil Purbolinggo, Polsek Purbolinggo, PPL Purbolinggo serta 3 desa (desa Taman Bogo, Taman Asri dan Taman Cari) di wilayah Kecamatan Purbolinggo dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 dengan agenda acara bimtek sbb:  Pembukaan, Doa, sambutan, kunjungan lapang, Acara inti, Tanya jawab dan Penutup.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati. Dalam sambutannya Kepala Balittanah menyampaikan bahwa Balittanah, BBSDLP, Balitbangtan ingin selalu hadir di setiap kegiatan pertanian, karena sektor pertanian merupakan andalan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan merupakan penyokong utama devisa negara ditengah pandemi covid-19. Dengan ketahanan pangan yang kuat maka suatu negara akan menjadi kuat, serta pertanian harus tetap dan terus berjalan dengan baik, karena pangan juga merupakan faktor utama bagi imunitas kita menghadapi Covid-19.

Kemudian acara dilanjutkan dengan kunjungan lapang, dan peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan  setiap kelompok dipandu oleh korlap (teknisi lapang) yang didampingi oleh peneliti dan kepala KP Taman Bogo Septiyana, S.P., M.Si, dengan tujuan supaya para peserta bisa melihat secara langsung kondisi tanah dan tanaman yang ada di lapangan serta mendapatkan penjelasan kegiatan demplot kebun dan  profil tanah secara langsung yang ada di lahan oleh peneliti dan teknisi, adapun kegiatan demplot yang dijadikan petak peragaan pengelolaan lahan kering masam berkelanjutan yaitu: a) Sistem pertanaman lorong/ alley cropping, b). Pengelolaan koleksi tanaman legume semak/perdu dan cover crops, c) Pengelolaan amelioran dan pemupukan, d) Pengelolaan olah tanah konservasi dan tanpa olah tanah, e) Display tanaman padi sawah, dan f) Pengelolaan pupuk kandang.  Setelah selesai kunjungan lapang para peserta kembali lagi ke tribun dan dilanjutkan ke acara inti Bimtek.

Acara bimtek ini diisi oleh narasumber yang merupakan peneliti dari Balittanah diantaranya A. Kasno, M.Si (Peneliti Kimia dan Kesuburan Tanah) Dr. Maswar (Peneliti Konservasi Tanah) dan Sely Salma, M.Si. (Peneliti Kesehatan dan Biologi Tanah).

Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, dimana hari pertama yang berlangsung pada hari Selasa, 2 Maret 2021 dihadiri 75 peserta dari desa Taman Bogo dengan tema Pengelolaan Lahan Kering Masam oleh narasumber A. Kasno, M.Si. dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Indonesia didominasi oleh lahan masam. Kemasaman tinggi (pH <5) dengan Kandungan Al/H tinggi menyebabkan Fiksasi P, yang bisa diatasi dengan Aplikasi P-Alam (Rock Phosphate) Reaktif, Bahan organik, serta aplikasi Dolomit atau Kapur.

Lahan kering masam mampu memberikan produktivitas yang tinggi jika dikelola dengan benar. Beberapa kriteria lahan kering masam antara lain: (1) Tanah tua dengan kandungan kuarsa sebagai tanda tidak subur (butir-butir kaca); (2) Lapisan keras pada kedalaman sekitar 20 cm yang didominasi oleh kandungan Al, Fe, serta Mn; (3) Bahan induk masam dan miskin; (4) Tanah masam yang memiliki kandungan Al tinggi yang bersifat meracuni, memfiksasi P; (5) Kandungan bahan organik rendah; (6) Erosi dan pencucian tinggi; (7) Kandungan N, P, dan K rendah; (8) Kandungan Ca dan Mg rendah; (9) Drainase jelek. Ciri-ciri ini merupakan kendala utama dalam budidaya pertanian di lahan kering masam.

Guna memperoleh hasil tanaman tinggi perlu dilakukan antara lain: (1) Perbaikan lahan Masam, perbaikan drainase, perbaikan C-org rendah, perbaikan hara rendah; (2) Pemupukan sesuai jenis dan dosis dengan pemupukan berimbang, kapur/dolomit, bahan organik, pupuk urea, P-alam, KCl atau NPK; (3) Menggunakan varietas unggul dan adaptif; (4) Teknologi budidaya tanaman yang tepat, jarak tanam, penyiangan, pembumbunan, hama dan penyakit.

Kemudian pada hari kedua Rabu, 03 Maret 2021 dihadiri 75 peserta dari desa Taman Asri dengan tema “Pemupukan Berimbang” dengan narasumber Dr. Maswar. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa sebagian besar kondisi tanah di daerah Lampung Timur adalah Podzolik merah kuning atau ultisol (tanah yang sudah tua) dengan ciri-ciri lapisannya tipis, tanahnya tua dan banyak pasir, kemudian porositas/pori-pori udara kurang.

Pada tanah juga terjadi metabolisme atau pergerakan di dalam tanah, dan ini bukti tanah itu hidup. Kalau tanah hidup artinya bisa sakit atau mati. Ciri-ciri tanah mati yaitu lahan kritis yang sudah tidak bisa ditanami lagi, yang tumbuh hanya alang-alang. Dan tanah yang sakit bisa disembuhkan dengan cara pemberian bahan organik, aerasinya kita tingkatkan.

Selanjutnya untuk lahan masam, kemasaman berkaitan dengan pH tanah <5 dan dampaknya pada hara : misal urea, NH4 diberikan ke lahan sawah maka hara tersebut tidak bisa diserap oleh tanaman, hal ini karena diikat oleh Fe bila terjadi pada lahan sawah, dan diikat Al pada lahan kering. Dan untuk melepaskan hara yang terikat oleh Fe atau Al maka salah satunya dengan cara : 1) Pemberian bahan organik, Bahan organik bersifat koloid, dialah yang memegang supaya tidak hanyut sehingga bisa diserap oleh tanaman, kemudian dilakukan dengan pemupukan berimbang sesuai jenis dan dosis. (kapur/dolomit, bahan organic, pupuk urea, P-alam, KCl atau NPK). Maswar juga menyampaikan teknik budidaya jagung dengan sistem zigzag dengan pemberian pupuk kandang dan rock phosphate.

Hari ketiga digelar pada hari Rabu, 04 Maret 2021 dihadiri oleh desa Taman Cari dengan peserta 75 dengan tema “Teknik Pembuatan Kompos dan Mikro Organisme Lokal” dengan narasumber Sely Salma, M.Si. Pada kesempatan ini Beliau mengatakan bahwa menyuburkan tanah itu adalah merupakan investasi, sebab tanah akan menjadi subur dan tanah yang subur yang akan membantu mendukung produksi tanaman. Dan salah satu teknologi yang bisa membantu menyuburkan tanah adalah penambahan bahan organik. Bahan organik bisa berupa kompos organik, pupuk organik cair, dan sumber lainnya.

Mikro Organisme Lokal (MOL) dikenal sebagai agen penyubur tanah dan mempunyai manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman serta kesehatan tanaman. Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah merupakan cairan hasil dari fermentasi dari substrat atau media tertentu yang ada disekitar kita seperti nasi, buah-buahan, telur, susu, keong, dll. Bahan dasar dan bahan pelengkap dalam pembuatan MOL sesuai dengan tujuan aplikasinya. Untuk buah-buahan, sayuran yang akan digunakan sebagai substrat harus yang sehat, tanpa ada gejala penyakit, karena dikhawatirkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau fungi tersebut akan tumbuh dan berkembang selama dalam proses pembuatan MOL. Sesuai dengan tujuan aplikasinya, MOL dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : 1) MOL yang diaplikasikan sebagai pemacu tumbuh tanaman dan 2) MOL yang digunakan sebagai dekomposer (agen perombak bahan Organik/sisa panenan).

Antusiasme petani dalam mengikuti bimtek terlihat dalam semangat pada acara tanya jawab dan diskusi, yang mana banyak pertanyaan dijukan oleh peserta. Para peserta juga merasa puas atas jawaban yang diberikan oleh para peneliti Balittanah.

Pada akhir acara Kepala Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati mengucakan banyak terima kasih kepada seluruh peserta bimtek atas partisipasi dan antusiasnya dalam mengikuti acara bimtek ini, selanjutnya diserahkan hasil inovasi Balittanah berupa Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), Agrodeko, serta Agrimeth kepada tiga kepala desa yang menghadiri acara Bimtek ini.

Acara sangat menarik dan berjalan dengan tertib/lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (MH, Spt, AFS).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com