bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Lahan Gambut Untuk Budidaya Pertanian, Bisakah?

Pemanfaatan lahan gambut saat ini menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan baik dari aspek ilmiah maupun aspek lainnya. Guna memperkaya pengetahuan akan pemanfaatan lahan gambut, maka pada Rabu, 10 Februari 2021, Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau bekerjasama dengan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau menyelenggarakan Webinar Nasional Seri II dengan tema “Agroteknologi Peningkatan Produksi Lahan Marjinal Menuju Pertanian Berkelanjutan” dengan keynote speaker Prof. Dr. Andi M Syakir, MS selaku Ketua Umum PERAGI.

Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber Peneliti Ahli Madya Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan,  Kementan, Dr. Maswar, M. Agric.Sc yang memberikan informasi mengenai budidaya pertanian pada lahan sub optimal (gambut). Dalam pemaparannya,  Maswar menyebutkan bahwa dari sekitar 13,3 juta Ha lahan gambut yang tersedia, secara agronomis dan ekologis sekitar 25-35% lahan gambut di Indonesia berpotensi dan tersedia cukup luas untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian dengan pengelolaan yang baik dan tepat. Pemanfaatan lahan gambut harus mengarah pada zonase berdasarkan ketebalan gambut yaitu <1 m diarahkan untuk padi sawah atau tanaman pangan semusim; 1-3 m diarahkan untuk tanaman pangan semusim dan hortikultura >3 m diarahkan untuk tanaman pangan/semusim/sayuran/hortikultura tahunan/perkebunan;  dan kawasan hulu sungai rawa diarahkan untuk konservasi 

Beberapa teknologi alternatif untuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan yaitu pengaturan tata air, pengelolaan hara, dan ameliorasi lahan. Dalam pemaparannya, disampaikan telah banyak petani yang berhasil mengembangkan pertanian di lahan gambut dengan menerapkan ketiga teknologi ini dalam mengelola lahan gambut dengan memadukan teknik konservasi tanah pada pengaturan tata air berupa saluran buntu  serta aplikasi amelioran berupa  tanah mineral, abu,  dolomit dan pupuk kandang .

Pada akhir pemaparan disampaikan bahwa guna menjaga keberlanjutan sistem usahatani di lahan gambut maka perlu diperhatikan beberapa faktor, yaitu : (1) pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap drainase dangkal di lahan gambut dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi;  (2) pengelolaan lahan tanpa bakar; (3) input produksi: bantuan benih/bibit, alat pengelolaan lahan; (4) perbaikan sistem tata air/drainase mikro dan makro; (5) pemasaran produk pertanian yang dihasilkan dan (6) zonase pemanfaatan lahan gambut. (RA, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com