bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kupas Tuntas Pupuk Hayati dalam Acara MSPP

Kegiatan MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) merupakan kegiatan bimtek yang rutin dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian. Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat, 5 Februari 2020 berlangsung secara virtual dihadiri oleh hampir 500 peserta melalui zoom dan ditayangkan live di youtube dan facebook dengan viewer 2.280 peserta yang terdiri penyuluh pertanian dan petani, serta stakeholder lainnya dari seluruh Nusantara.

Secara resmi acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian. Dalam pembukaan disampaikan oleh Kepala Badan akan pentingnya pupuk hayati karena mikroba yang dikandung pupuk hayati dianalogikan sebagai “koki/juru masak” di dalam tanah. Sebagai “koki” mikroba tersebut menjalankan berbagai siklus hara di dalam tanah sehingga tanaman dapat menyerap hara lebih efisien dan keberlangsungan tanah sebagai media tumbuh tanaman dapat lestari. Juga disampaikan dalam arahannya bahwa penggunaan pupuk hayati dan juga pupuk organik sebagai paket lengkap akan mampu menghemat penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Pemupukan berimbang adalah salah satu kunci meningkatkan produktivitas, pupuk hayati merupakan paket dalam pemupukan berimbang. Dengan menurunnya alokasi subsidi pupuk, efisiensi pemupukan sangat diperlukan dan pupuk hayati menjadi salah satu solusi mengefisienkan penggunakan pupuk kimia.

Pada seri MSPP Vol. 4 kali ini, bertajuk Pupuk Hayati disampaikan oleh Dr. Edi Husen, M.Sc. yang merupakan Peneliti Senior Bidang Mikrobiologi Tanah dan Pupuk Hayati di Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan, Dr. Edi Husen menyampaikan materi yang mencakup terminologi/pengertian pupuk dan fungsinya, prinsip-prinsip pemanfaatan PUPUK HAYATI sebagai sarana produksi pertanian, perkembangan pupuk hayati (Biofertilizer) dari waktu ke waktu, dan tantangan dan prospek pengembangan pupuk hayati ke depan menghadapi perubahan iklim.

Poin penting pada materi kali ini yaitu pupuk hayati memiliki peran tersendiri bagi pertumbuhan dan hasil tanaman. Peran tersebut antara lain sebagai penyedia hara (membantu mengatasi kelangkaan pupuk anorganik) dan memfasilitasi penyediaan hara secara tidak langsung (memacu pertumbuhan tanaman dan proteksi tanaman). Tantangan pengembangan pupuk hayati ke depan banyak terkait dengan seberapa besar pengetahuan pengguna tentang manfaat pupuk hayati dan seberapa praktis cara aplikasinya. Fenomena perubahan iklim memerlukan inovasi baru dalam formulasi pupuk hayati untuk membantu tanaman mengendalikan cekaman biotik (hama dan penyakit) dan cekaman abiotik/lingkungan (salinitas, kekeringan, dll). Mikroba asli dari tanah Indonesia memiliki keragaman tinggi dan masih belum banyak dieksplor untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati yang mampu membantu tanaman mengendalikan cekaman biotik dan abiotik. (DA, EH, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com