bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian:  “Status hara N,P dan K tanah serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang”

Kegiatan MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) Vol.3 / 2021 dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Januari 2021 secara virtual melalui Zoom dan disiarkan secara live streaming di Facebook @bbsdmp selama 2 jam dan berlangsung sangat interaktif. Peserta yang bergabung mencapai 472 orang yang terdiri dari BPP, Penyuluh Pertanian, Petani, SMK SPP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, UPTD, BPTP se Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr). Dalam sambutannya, Ka. BPSDM mengatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang menurun, sehingga para penyuluh dan petani diharapkan dapat berupaya melakukan efisiensi pemupukan. Pemupukan berimbang untuk mengurangi kerusakan lingkungan oleh bahan agrokimia. Penggunaan bahan organik, kompos, MOL, puhay, bisa mengurangi kebutuhan pupuk kimia hingga 50%.

Narasumber Ir. A. Kasno, M.Si. (Peneliti Utama di Balai Penelitian Tanah) menyampaikan materi berjudul Status Hara N,P dan K Tanah serta Rekomendasi Pemupukan Berimbang.

Dalam paparannya, Ir. A Kasno M.Si, menjelaskan bahwa masalah pertanian yang terjadi saat ini disebabkan oleh penggunaan bahan organik yang rendah, pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman, pemberian pupuk yang tidak tepat waktu. Pemberian pupuk yang berlebihan terutama pupuk sumber N belum tentu hasil tinggi, petani rugi dan terjadi pencemaran lingkungan dan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu diperlukan teknologi inovasi pemupukan berimbang ramah lingkungan yang merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman serta untuk mengurangi kerusakan lingkungan karena penggunaan pupuk kimia yang berlebih.

Dalam menentukan rekomendasi pemupukan, ada beberapa metode acuan yang bisa dilaksanakan yaitu berdasarkan peta status hara P dan K tanah serta produktivitas padi per kecamatan, buku rekomendasi pemupukan hara N, P, dan K untuk padi, jagung dan kedelai lahan sawah, berdasarkan hasil analisis tanah dengan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Buku rekomendasi disusun berdasarkan status hara P dan K yang diperoleh dari peta status hara P dan K skala 1:250.000 di 23 provinsi dan produktivitas per kecamatan.

Penggunaan alat bantu analisis kimia tanah dapat dikerjakan dengan cepat, mudah, relatif akurat dan sederhana untuk penetapan hara N, P, K dan pH tanah sawah di lapang dengan PUTS. Dengan PUTS status hara N, P, dan K tanah dapat ditentukan, dan dosis pupuk urea, SP-36 dan KCl bisa langsung diketahui serta dosis pupuk NPK yang tersedia di lapangan dapat dihitung. Selain PUTS, saat ini Balittanah, BBSDLP, Balitbangtan juga telah mengeluarkan inovasi teknologi 4.0 uji cepat berbasis sensor near infra red yaitu Smart Soil Sensing Kit (S3K). Teknologi S3K ini dapat mendeteksi cepat kondisi kesuburan tanah meliputi berbagai parameter sifat tanah dan dilengkapi dengan rekomendasi pemupukan tanaman seperti padi, jagung, kedelai.

Ir. A Kasno, M.Si. juga melakukan demo pengunaan aplikasi Agri-DSS (Agriculture Decision Support System) yang merupakan perangkat lunak untuk membantu menghitung dosis pemupukan PAJALE lahan sawah dan lahan kering. Data yang perlu diinput yaitu luas tanah, produktivitas, status hara P dan K tanah, pH tanah serta tekstur tanah. Rekomendasi yang diperoleh per satuan luas lahan berupa kombinasi pupuk tunggal, NPK 15-15-15 dengan pupuk kandang dan atau kompos jerami. Aplikasi Agri-DSS dapat digunakan pada gawai berbasis Android, sehingga lebih mudah dan praktis digunakan. Para peserta bimtek sangat antusias untuk mendapatkan perangkat lunak AgriDSS.

Kegiatan ini ditutup oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc.  yang menambahkan bahwa Balitbangtan mempunyai tugas untuk melakukan pengawalan penyusunan pemupukan berimbang, dan pada tahun 2020 telah dihasilkan Buku Arahan Rekomendasi Pupuk Pajale Perkecamatan di Indonesia. Selanjutnya untuk BPP yang telah memiliki Perangkat uji diharapkan BPP dapat mengirimkan hasil analisa uji PUTS dan PUTR dari masing-masing lokasi yang berguna untuk upgrading data. Balittanah sangat terbuka menerima masukan untuk perbaikan rekomendasi, serta bisa berkonsultasi secara langsung mengenai teknis kepada Ir. A Kasno, M.Si. Diharapkan kedepannya dapat saling bersinergi untuk update data demi menyempurnakan teknologi inovasi yang dapat bermanfaat bagi petani di seluruh Indonesia. (LRW, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com