bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Peluang Pengembangan Komoditas Sayuran di Kabupaten Indramayu dan Tasikmalaya

Kondisi pandemi Covid-19 mendorong bidang pertanian menjadi benteng utama kestabilan nasional, baik sebagai sumber pangan sekaligus sebagai wadah tenaga kerja. Untuk itu, diperlukan dukungan inovasi teknologi guna mendukung program Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan ketahanan pangan.

Sebagai pewakil dataran rendah untuk pengembangan sayuran, Kabupaten Indramayu selain menjadi lumbung padi nasional juga sebagai sentra penghasil minyak kayu putih se Jawa Barat yang luasnya mencapai 8000 hektar.  Pada beberapa daerah wilayah Perhutani penghasil kayu putih, misalnya di   KPH  Jatimunggul,  kayu putih ditanam dengan sistim surjan bersama  tanaman padi.  Apabila tanaman padi sudah dipanen, lahan tersebut ditanami dengan berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan seperti mentimun, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, dan semangka.  Dengan demikian   areal ini cukup potensial dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai areal pertanaman hortikultura sayuran dan buah. 

Disisi lain, usahatani komoditas hortikultura di Kabupaten Indramayu masih belum berkembang karena hampir seluruh petani lebih memilih mengembangkan usaha tanaman  pangan (padi) karena dianggap lebih menguntungkan. Menurut Sutanto,KaBid Hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, komoditas hortikultura tanaman sayuran hanya sebatas sampingan karena pencaharian utamanya adalah komoditas tanaman padi. 

Lain halnya dengan di Kabupaten Tasikmalaya, dengan total luas areal tanam 3.933 hektar, peluang untuk mengembangkan komoditas hortikultura sayuran lebih besar karena komoditas tersebut ditanam hampir di seluruh kecamatan terutama tanaman cabai. Mewakili daerah dataran menengah hingga tinggi Kabupaten Tasikmalaya mempunyai peluang yang lebih besar dalam pengembangan tanaman cabai dengan provitas hingga 15,29 t/ha.

Dalam upaya meningkatkan provitas komoditas hortikultura sayuran di kedua lokasi tersebut diperlukan adanya intervensi inovasi teknologi yang berwawasan lingkungan.  Di Kabupaten Indramayu misalnya, provitas bisa ditingkatkan dengan pengelolaan kesuburan tanah/hara melalui pemupukan berimbang dan teknologi ameliorasi dengan pemberian pupuk kandang, dolomit dan biochar sisa tanaman (misalnya ampas daun kayu putih, sekam padi, batang jagung,dll).

Berbeda halnya dengan daerah Tasikmalaya, sebagian besar komoditas sayuran ditanam pada daerah yang miring, sehingga peluang terjadinya erosi cukup besar.  Untuk itu, salah satu cara untuk meningkatkan provitas adalah dengan implementasi teknik konservasi tanah vegetatif (strip kontur, strip rumput, alley cropping, bedengan searah kontur) untuk mengendalikan erosi.  Hal tersebut juga bisa diintegrasikan dengan pemberian pembenah tanah berupa pupuk kandang, dolomit dan biochar.

Dengan potensi luasan lahan yang ada dan dukungan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balittanah, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Kementan, maka serta didukung oleh segenap pihak, bukan hal yang mustahil untuk menjadikan Indramayu dan Tasikmalaya sebagai salah satu sentra produksi hortikultura. (UH, LRW, RA, AFS, M.Is).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com