bitcoin casino crypto casino crypto gambling crash betting game crash gambling game bitcoin gambling

Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Dalam rangka hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) melaksanakan Bimbingan Teknis Pemupukan Berimbang Untuk Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan. Bertempat di Hotel Atria Magelang, Jl. Jend. Sudirman No.42, Tidar Selatan, Kec.   Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah 56125 pada 21 September 2021 telah dilaksanakan bimtek yang diikuti oleh sekitar 100 petani dan penyuluh pertanian di wilayah Kabupaten Magelang. Kegiatan ini terselenggara dengan berkolaborasi antara Balittanah-Balitbangtan, Komisi IV DPR RI Ibu Vita Ervina, SE., MBA dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang.

Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa lahan pertanian keberadaannya terbatas, tidak bisa berkembang atau bertambah, oleh karenanya perlu optimalisasi pengelolaan lahan pertanian untuk menghasilkan produktivitas yang optimal. Peningkatan produktivitas merupakan tugas semua pihak baik pemerintah maupun petani sendiri. Kementan melalui Badan Litbang Pertanian menjawab tantangan dan permasalahan itu dengan menyediakan inovasi teknologi, untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya dengan penerapan Pupuk Berimbang Spesifikasi Lokal.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Ir. Romza Ernawan, M.Si. menyampaikan bahwa bimtek diharapkan mampu meningkatkan atau memajukan pertanian khususnya di Magelang. Pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Magelang dan merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Magelang. Arah pembangunan pertanian adalah pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang diarahkan pada pertanian yang maju, efisien, dan Tangguh. Tujuan pembangunan pertanian adalah meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta mendukung perkembangan ekonomi daerah.

Acara ini dihadiri dari Komisi IV DPR RI, Ibu Vita Ervina, SE., MBA.  Beliau sangat mendukung diterapkannya pemupukan berimbang. Bahwa pemupukan berimbang akan memberikan produktivitas pertanian yang optimal, selain itu akan tetap menjaga kelestarian lingkungan itu sendiri. Untuk menghasilkan produktivitas pertanian yang optimal, maka harus dilakukan perbaikan kesuburan tanah, pemupukan berimbang, serta pengelolaan tanah dan tanaman terpadu seperti varietas unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, irigasi hemat air, pengelolaan hasil panen. Ibu Vita Ervina, SE., MBA memberikan perhatian yang cukup besar atas penggunaan pupuk organik dalam bidang pertanian.

Narasumber 1 Dr. Diah Setyorini memberikan materi Pemupukan Berimbang
Untuk Peningkatkan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Narasumber 2 Ir. Jati Purwani, M.Si menyampaikan materi Pembuatan Pupuk Organik dengan Teknologi Pengomposan. Peserta antusias mengikuti acara ini sampai selesai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi. Diharapkan dengan pelaksanaan Bimtek, petani dan stakeholder terkait akan menerapkan pengelolaan hara tanahnya dengan menggunakan pemupukan berimbang, tidak hanya penggunaan pupuk anorganik, organik dan hayati. Juga petani harus memperhatikan ketersediaan hara di tanah, target hasil (produksi) dan kelestarian lingkungan. (HW, LRW, M.Is).

 

 

Menjelang penghujung Agustus tepatnya di hari Kamis 26 Agustus 2021, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) telah melaksanakan kegiatan rutin Bimbingan Teknis secara virtual melalui aplikasi zoom. Bimtek seri ke 8 ini mengambil tema “Sianobakteri (Blue Green Algae) Sumber Pupuk Hayati untuk Pertanian Ramah Lingkungan”.

Narasumber pada Bimtek ini adalah Ir. Jati Purwani, MS, dan dipandu oleh moderator Dr. Edi Husen, M.Sc, dimana keduanya adalah peneliti di bidang Biologi dan Kesehatan Tanah, Balittanah, BBSDLP, Balitbangtan. Acara bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Balittanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc.

Dalam Bimtek kali ini, dijelaskan bahwa untuk memenuhi permintaan kebutuhan pangan yang terus meningkat, pemerintah dan petani dituntut melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah pemberian pupuk. Tentunya hal ini akan berdampak negatif pada lingkungan jika diberikan terus menerus dan tidak tepat dosis.

Untuk menghindari kemerosotan lingkungan akibat input bahan kimia yang mencemari, perlu pemanfaatan jenis pupuk yang lebih aman, sebagai contoh adalah penggunaan pupuk hayati Sianobakteri (Blue Green Algae). Melalui hasil penelitian yang dilakukan Ir. Jati Purwani, MS dan tim, pupuk hayati ini telah terbukti dapat meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanaman serta ramah lingkungan.

“Sianobakteri (Blue Green Algae) ini memiliki kemampuan untuk memfiksasi N dari atmosfer dan memiliki klorofil serta dapat berfotosintesis sehingga menghasilkan oksigen” jelas Jati. Dengan kemampuannya ini, Cyanobacteria tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanah, tetapi juga dapat turut berperan mengurangi pemanasan global dan pengurangan GRK.

Sebagai lembaga penelitian, Balittanah telah menghasilkan berbagai produk hayati, salah satunya Agrisiano. Pupik hayati dapat menjadi salah satu langkah alternatif, agar pelaku usaha pertanian dapat mengoptimalkan produksi dan tetap menjaga kesehatan tanah serta menjaga lingkungan.

Setelah paparan dengan penjelasan rinci dan menarik, acara dilanjutkan dengan diskusi antara peserta yang hadir dengan narasumber. Peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan lewat room chat dan bertanya secara langsung. Acara ini tidak hanya dilaksanakan melalui aplikasi zoom, namun disiarkan juga di channel youtube Balai Penelitian Tanah.

Acara bimtek kali ini yang diikuti oleh kurang lebih 600 peserta dari berbagai kalangan bertepatan dengan ulang tahun Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian ke 47, sehingga sebagai bentuk syukur atas pencapaian yang telah diraih selama ini, diberikan enam hadiah menarik bagi para peserta dengan pertanyaan terbaik dan peserta yang berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan panitia.

Diharapkan melalui acara ini para pelaku usaha pertanian dapat mulai menimbang bahwa dalam usaha pertanian tidak hanya hasil setinggi-tingginya yang ingin dicapai, namun kondisi lingkungan juga harus diperhatikan. Jayalah pertanian Indonesia. Terus berkarya, Inovasi Unggul, Pertanian Maju. (JA, AFS, M.Is).

Pada tanggal 27 Juli 2021, Tim Kostratani Balai Penelitian Tanah telah melakukan monitoring, pengamatan, dan pembuatan video di lokasi kegiatan demfarm pupuk berimbang di Desa Wargajaya, Kec. Sukamakmur, Kab. Bogor yang dihadiri oleh perangkat desa yang didampingi oleh para stafnya, yaitu: Drs. Agus Manjar, M.Si. (Camat Sukamakmur, Kab Bogor) dan H. Ooy Tamami. S (Kepala Desa Wargajaya, Kec. Sukamakmur, Kab. Bogor). Selain camat dan kepala desa, total ada sekitar 30 orang yang hadir, diantaranya Koordinator Penyuluh (Jajang, S.P.) dan Penyuluh dari BP3K Jonggol, Kab. Bogor (Ulmi Atus Solikah, S.Si. dan Evi), serta petani anggota Poktan Mekartani Jaya Sukamakmur. Sedangkan dari Balittanah diwakili oleh Dr. Etty Pratiwi dan Tim Medsos Balittanah.

Kegiatan pengamatan ini dimulai dengan pemancangan tiang ajir pada tanaman sampel di tiap petak percobaan dimana terdapat tiga plot percobaan, yaitu: (1) petak percobaan menggunakan pupuk urea, KCl dan NPK 15-15-15 dengan jumlah dosis sesuai yang digunakan oleh petani setempat; (2) petak percobaan menggunakan pupuk urea, KCl dan NPK 15-15-15 sesuai dosis rekomendasi PUTS; (3) petak percobaan menggunakan urea, KCl dan NPK 15-10-12.

Selanjutnya pada tanaman sampel tersebut akan diamati pertumbuhan tanaman padi seperti tinggi tanaman, jumlah anakan. Pengamatan vegetatif dilakukan pada 30, 60 dan 90 HST (hari setelah tanam).  Selanjutnya pada saat panen akan dilakukan pengukuran bobot gabah kering panen yang diambil dari data panen ubinan. Pada kesempatan ini juga dilakukan pengambilan rekaman video serta foto drone.

Kegiatan monitoring ini direspon sangat baik dan penuh antusiame oleh para petani yang ikut serta dan berharap mereka dapat menerapkan pemupukan berimbang pada kegiatan usaha tani mereka. Salah satu yang hadir yaitu Agus Manjar, Camat Sukamakmur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Penelitian Tanah karena daerahnya terpilih sebagai lokasi demfarm pupuk berimbang.  Harapannya adalah agar para petani di wilayahnya selain bisa memperoleh informasi mengenai status hara tanah, juga bisa ditingkatkan pengetahuannya dalam mengelola lahannya.  Manjar memiliki keinginan mengembangkan budidaya komoditas lain selain padi yang lebih banyak menggunakan pupuk organik untuk mendapatkan kualitas produksi yang lebih kompetitif.

Penyuluh BP3K Jonggol juga menyampaikan rasa terima kasihnya sudah diberi kepercayaan mengawal kegiatan demfarm, dan berharap teknologi pupuk berimbang ini nantinya dapat ditiru oleh petani lain.  Sekarang mereka dapat meyakinkan para petani bahwa penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, dan pupuk NPK sesuai status hara tanah yang tidak berlebihan dapat menghasilkan produksi optimum, sekaligus melestarikan tanah. Melalui demfarm pupuk berimbang ini selain para penyuluh belajar bagaimana mengambil sampel tanah untuk dianalisis status hara tanah, mereka juga dapat mempelajari teknik pengamatan pertumbuhan vegetatif tanaman padi. (EP, AFS, M.Is).

Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para personel laboratorium, Balai Penelitian Tanah, BBSDLP, Balitbangtan telah menyelenggarakan Pelatihan Analisis Kimia Tanah.

Pelatihan dilaksanakan melalui zoom meeting dengan narasumber Bapak  Sulaeman, MSc. dan dihadiri oleh seluruh personel laboratorium. Pelatihan dibagi menjadi tiga seri, yakni tanggal 30 Juli 2021, 6 dan 13 Agustus 2021.

Acara pelatihan analisis kimia tanah diikuti dengan antusias yang tinggi dari peserta, hal ini terlihat dari keaktifan peserta saat sesi diskusi, baik saat mengajukan maupun menjawab pertanyaan. Setelah melalui tiga seri pelatihan, selanjutnya peserta pelatihan mengikuti evaluasi terkait materi pelatihan yang telah diterima.

Sebagai bentuk apresiasi diberikan souvenir untuk peserta yang aktif selama pelatihan. Selain itu, diberikan pula penghargaan untuk lima analis yang mendapatkan nilai terbaik saat evaluasi, yaitu Lintang Chandra Wulan, Puji Wuningrum, Ambar Fitri, Siti Marisya K dan Firnas Muldiansyah.

Peserta pelatihan mendapatkan dua sertifikat sebagai partisipan dan kelulusan. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Balai Penelitian Tanah Dr. Ladiyani Retno Widowati, MSc dan dihadiri oleh Manajer Administrasi, Manajer Mutu dan Manajer Teknis dari Laboratorium Kimia Balittanah. (Ambr, AFS, M.Is).

Bimbingan teknis (bimtek) online seri ketujuh telah sukses dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanah (Balittanah) pada tanggal 29 Juli 2021. Kegiatan bimtek kali ini mengusung tema “Pengelolaan Tanah Untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim”. Acara ini diikuti oleh 433 peserta yang berasal dari perguruan tinggi, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan Dinas Pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai narasumber pada bimtek seri 7 adalah Dr. Ai Dariah dengan moderator acara Dr. Setiari Marwanto. Acara bimtek ini dibuka langsung  oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati.

Kedua kata yang sering terdengar pada isu perubahan iklim adalah adaptasi dan mitigasi. Dalam paparannya Dr. Ai Dariah menjelaskan bahwa adaptasi perubahan iklim adalah mengantisipasi dampak buruk dari perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi atau meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan. Sedangkan mitigasi perubahan iklim adalah tindakan untuk mengurangi kecepatan perubahan iklim yang dilakukan dengan tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Lebih lanjut Ai menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dapat berupa meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), meluasnya areal yang memiliki salinitas tinggi, dan meningkatnya temperatur sehingga fisiologis tanaman terganggu. Kondisi ini menyebabkan fluktuasi harga dan kerawanan pangan. Data di tahun 2019 diketahui bahwa  sektor pertanian menyumbang emisi GRK 6% terhadap emisi GRK nasional. Sumber emisi utama dari sektor pertanian adalah (1) CO2 dari perubahan penggunaan lahan yang mempunyai cadangan C tinggi; (2) CO2 dari lahan gambut; (3) CH4 dari lahan sawah; (4) N2O dari pupuk N dan kotoran ternak; (5) CH4 dari sendawa dan kotoran ternak; dan (6) CO2 bahan organik tanah mineral, CO2 dari kebakaran gambut.

Dalam pemaparannya, Dr. Ai Dariah juga menerangkan teknologi pengelolaan tanah sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Penggunaan kompos, biochar, mulsa, terasering, penanaman lorong, tanaman penutup tanah, olah tanah konservasi, pemupukan berimbang, pupuk hayati. Pengelolaan air intermitten dan macak-macak pada tanaman padi merupakan teknik yang dapat diterapkan untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Aktivitas sektor pertanian dalam mengatasi perubahan iklim serta tindakan adaptasi dan mitigasinya didukung penuh oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Yang mana hal ini tercermin dalam partisipasi Balitbangtan terhadap pertemuan perubahan iklim di tingkat internasional.

Setelah paparan dengan penjelasan rinci dan menarik, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber. Peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan lewat media chat dan bertanya secara langsung. Acara ini tidak hanya dilaksanakan melalui aplikasi zoom, namun disiarkan juga di channel youtube Balai Penelitian Tanah.

Diharapkan melalui acara ini para pelaku usaha pertanian dapat memahami tata laksana pengelolaan tanah untuk adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa terkendala perubahan iklim dan mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan. (RDY, JA, AFS, M.Is).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jln. Tentara Pelajar No. 12 Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor 16114
Telp: 0251 - 8336757, Fax: 0251 - 8321608, 8322933
Website: balittanah.litbang.pertanian.go.id
Email: balittanah@litbang.pertanian.go.idbalittanah.isri@gmail.com