Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Hasil produksi usaha pertanian per satuan luas sangat ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, semakin subur suatu tanah maka  pertumbuhan tanaman akan semakin baik. Karena, kesuburan tanah merupakan nilai kualitas kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan suatu jenis tanaman  dalam jumlah yang memadai  dan seimbang, apabila faktor-faktor pertumbuhan lainnya seperti cahaya, suhu udara, kelembaban dan fisik tanah menguntungkan.

Dalam pertumbuhannya tanaman sangat membutuhkan unsur hara  dan fungsinya dalam tanaman tidak dapat digantikan dengan unsur-unsur lain, sehingga apabila didalam tanah unsur tidak terdapat dalam jumlah yang cukup tanaman tidak dapat tumbuh dengan normal. Unsur hara bagi tanaman dapat berasal tanah, air, dan udara. Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi pertumbuhan tanaman, unsur hara dibagi menjadi unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara merupakan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C, H, N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit antara lain, Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, dan Co. Kandungan hara dalam tanah dan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan  tanaman berbeda-beda. Sehingga jenis pupuk dan takaran pupuk yang diberikan untuk  setiap jenis tanah akan berbeda pula dan sangat tergantung pada jenis tanaman yang diusahakan.

Untuk mengetahui kebutuhan takaran pupuk dan jenis pupuk yang dibutuhkan bagi setiap jenis tanah perlu dilakukan penelitian evaluasi kesuburan tanah.  Penelitian ini dapat diperoleh dengan cara, analisis tanah dan analisis tanaman, percobaan dilapangan, dan percobaan pot di rumah kaca. Analisis tanah dan tanaman bertujuan untuk mengetahui ketersediaan hara dalam tanah dan kekurangan hara bagi pertumbuhan tanaman. Percobaan di lapangan dengan berbagai macam pupuk, jumlah takaran pupuk dan cara pemberian pupuk dengan pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Sedangkan percobaan pot dilakukan di kamar kaca dengan contoh tanah berasal dari berbagai daerah yang akan diteliti kesuburannya. Tanaman diamati pertumbuhan dan hasilnya.

Buku ini memberikan informasi bagaimana tata cara pelaksanaan penelitian kesuburan tanah,  cara pengambilan contoh tanah dan tanaman untuk analisis,  percobaan  di lapangan, dan percobaan  di rumah kaca agar diperoleh data yang teliti, tepat, akurat dilaksanakan dengan metode yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian.

Daftar Isi

TEKNIS PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH
(Imam Purwanto dan Edi Soemanti)

PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN SAWAH
(Imam Purwanto, Edi Soemantri, dan Mulyadi)

TATA CARA PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH UNTUK TANAMAN PANGAN PADA LAHAN KERING
(Rahmat Hidayat, Endang Hidayat, dan Suwandi)

PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH DI RUMAH KACA
(Jaenudin, Mindawati, dan Suwandi)

PENGAMBILAN CONTOH TANAH UNTUK PENELITIAN KESUBURAN TANAH            
(Jojon Suryono, Koko Kusuma S, dan Mulyadi)

MENGHITUNG TAKARAN PUPUK UNTUK PERCOBAAN KESUBURAN TANAH   
(Imam Purwanto, Eti Suhaeti, dan Edi Sumantri) 

ISTILAH

BAHAN BACAAN

 

Posisi lahan gambut di sektor pertanian semakin penting dan strategis, mengingat lahan-lahan subur bertanah mineral yang selama ini diandalkan untuk usahatani semakin terbatas. Kondisi ini memaksa pembangunan pertanian menggunakan lahan suboptimal, termasuk lahan gambut terdegradasi.

Di Indonesia sekitar 2,2-3,0 juta ha lahan gambut telah digunakan untuk pertanian. Di satu sisi, penggunaan lahan gambut berkontribusi terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian. Di sisi lain, pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian berhadapan dengan isu pelestarian lingkungan, terutama dalam kaitannya dengan emisi gas rumah kaca. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerjasama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) menjawab berbagai tantangan yang berkaitan dengan pengelolaan lahan gambut terdegradasi secara berkelanjutan.

Buku Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut. Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan para praktisi dalam pengelolaan, peningkatan nilai tambah, dan menjaga kelestarian lahan gambut.

Pendahuluan

Pembentukan, Sebaran dan Kesesuaian Lahan Gambut Indonesia (Sukarman)

Karakteristik Lahan Gambut (Ai Dariah, Eni Maftu'ah, dan Maswar)

Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut (Ai Dariah dan Siti Nurzakiah)

Model Usahatani pada Lahan Gambut (Irawan dan Eni Maftu'ah)

Penutup (Maswar)

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933