Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Usaha tani komoditas hortikultura khususnya tanaman sayuran di dataran tinggi, umumnya dilakukan pada lahan dengan kemiringan curam, tanpa tindakan konservasi tanah yang memadai. Hal ini mengakibatkan terjadinya erosi cukup tinggi yang menyebabkan kerusakan lahan dan lingkungan. Oleh karena itu, usaha tani tanaman sayuran di dataran tinggi harus berdasarkan upaya konservasi tanah. Petani merupakan pelaksana langsung usaha tani konservasi di lapangan yang memerlukan bimbingan dan penyuluhan dalam menerapkan usaha taninya.

Buku ini berisi tentang cara pengelolaan lahan yang baik dan benar khususnya di dataran tinggi, baik ditinjau dari segi pengolahan lahan, teknik konservasi tanah dan air, budi daya tanaman kentang di dataran tinggi. Buku ini bersifat semi ilmiah dan diperuntukan bagi teknisi dan penyuluh pertanian. Penerapannya oleh petani memerlukan peran teknisi dan penyuluh untuk lebih menyederhanakannya ke dalam bahasa petani.

Fauna tanah dapat dipandang sebagai pengatur terjadinya proses biologi, kimia, dan fisika dalam tanah. Fauna tanah peran dalam menentukan kesuburan tanah dan dapat menjadi indikator tingkat kesehatan tanah di suatu lahan pertanian. Pengetahuan tentang pola dinamika sumber daya fauna tanah di suatu areal pertanian, dapat membantu menentukan tingkat pengelolaan lahan yang optimal dalam ambang yang diperkenankan dari segi biologi, kimia maupun fisika tanah. Dengan demikian peran biologi dan kesehatan tanah sangat erat hubungannya dengan tingkat kelimpahan, distribusi, dan indeks keragaman populasi fauna tanah di suatu lahan pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933