Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kompos jerami memiliki peran strategis dalam menambah kadar bahan organik tanah sawah meningkatkan produktivitasnya secara berkelanjutan. Selain unsur hara K yang cukup tinggi dan unsur makro lainnya, kompos jerami menyimpan berbagai unsur hara mikro yang tidak terdapat dalam pupuk kimia sintetik biasa. Bukti bahwa kompos jerami meningkatkan produktivitas tanah sawah sudah banyak dilaporkan. Sekarang ini yang penting adalah bagaimana membuat kompos jerami yang baik yang sangat terkait dengan: (1) Teknik pengomposan yang tepat, sesuai dengan kondisi agro-ekosistem wilayah (kering, basah, atau berair/rawa). (2) Mikroba dekomposer yang digunakan.

Pengomposan di dalam lubang cocok diterapkan di daerah kering untuk mengurangi penguapan dan kehilangan unsur N. Pengomposan di atas permukaan tanah biasa dipraktekan di daerah basah (curah hujan tinggi). Sedangkan pengomposan di daerah selalu berair seperti rawa pasang surut perlu dipilih bagian lahan (misalnya galengan) yang cukup tinggi agar kelembaban bahan tidak lebih dari 60%.

Tanaman perkebunan banyak diusahakan pada lahan dengan kemiringan agak curam, oleh karena itu erosi dapat menjadi salah satu penyebab kemunduran kualitas tanah yang berdampak pada penurunan produktivitas lahan.Guna mengurangi erosi sampai batas erosi yang dapat diabaikan (tolerable soil loss), maka beberapa tindakan pengendalian erosi perlu dilakukan, terutama pada saat tanaman masih relatif muda, atau tingkat penutupan lahan relatif rendah.Beberapa alternatif teknik konservasi yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 


Perangkat Uji Pupuk (PUP) adalah alat penetapan kadar hara pupuk secara cepat di lapangan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis pupuk di laboratorium. Oleh karena itu hasil yang diperoleh tidak tepat seperti di laboratorium, namun merupakan estimasi pengukuran kuantitatif dalam selang nilai tertentu.Alat ini bermanfaat untuk membantu pelaku pasar dan petani untuk mengetahui kualitas pupuk secara cepat di lapangan. Alat ini dapat digunakan pula oleh pengawas pupuk untuk memonitor kualitas pupuk yang beredar di pasaran, agar segera dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan. PUP diperlukan, karena dengan dihapusnya subsidi pupuk dan liberalisasi perdagangan pupuk, banyak diproduksi pupuk yang tidak memenuhi syarat mutu dan kadar hara pupuk tidak sesuai dengan label pada kemasan.

Versi pertama PUP yang diperkenalkan pada tahun 2007 ini dimaksudkan untuk menguji pupuk dalam bentuk padatan. Prinsip kerja PUP adalah mengukur kadar hara nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) dalam pupuk secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan) dan pembentukan endapan.

 

Tsunami adalah gelombang yang sangat besar. Tsunami umumnya terjadi sebagai akibat gempa bumi di dasar laut, walaupun tidak setiap gempa bumi disertai tsunami.Sebagaimana yang telah melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias pada 26 Desember 2004, tsunami terjadi setelah ada gempa berkekuatan 8.9 skala richter di dasar lautan Indonesia. Gelombang yang sangat besar ini tidak saja menyebabkan lebih dari 100 ribu orang meninggal dan hilang, tetapi juga merusak berbagai fasilitas termasuk lahan pertanian.

Arachis pintoi(Pinto peanut: Inggris; Maní forrajero: Spanyol; Thua lisong tao: Thailand) adalah jenis kacang-kacangan yang tumbuh menjalar (ground cover) di atas permukaan tanah. Pertama kali dikoleksi oleh G. C. P. Pinto pada bulan April 1954 dari lembah Jequitinhonha, São Francisco dan sepanjang sungai Tocantins di  Brazil.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933