Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kondisi lahan kering terdegradasi termasuk lahan tidur umumnya ditandai dengan struktur tanah yang jelek, kandungan C-organik sangat rendah, dan kemampuan meretensi hara dan air rendah Dalam kondisi tanah yang demikian,agar dapat berproduksi secara normal perlu diawali dengan upaya rehabilitasi lahan, misal melalui pemberian pembenah tanah.

Pada saat ini, pertanian tanaman pangan di lahan kering dihadapkan kepada masalah pengelolaan lahan yang tidak sesuai dengan potensi dan kesesuaiannya. Selain untuk menanggulangi penurunan degradasi kimia tanah, kegiatan reha-bilitasi lahan juga harus diarahkan untuk perbaikan sifat fisika tanah. Untuk mempercepat pemulihan sifat fisik tanah perlu dilakukan upaya rehabilitasi lahan dengan menggunakan berbagai bahan amelioran yang mudah tersedia.

Biochar SP-50 merupakan formula bahan pembenah tanah alami berbahan baku arang/biochar yang berasal dari residu atau limbah pertanian yang sulit didekomposisi, seperti kayu-kayuan, tempurung kelapa sawit, sekam padi, kulit buah kakao, dan lainlain melalui pembakaran. Pembakaran dilakukan dengan menggunakan pirolisator untuk mendapatkan arang (biochar) melalui pembakaran tidak sempurna (pirolisis) dengan suhu sekitar 250-3000C, selama 3,5 jam, sehingga diperoleh arang yang mengandung karbon aktif untuk diaplikasikan ke dalam tanah.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933