Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengelolaan Sawah Salin Berkadar Garam Tinggi

Luas lahan sawah terpapar air laut belum terinventarisasi dan terdeleniasi dalam sebuah data spasial, tetapi dampaknya telah dirasakan oleh petani terutama karena adanya kematian tanaman padi berumur muda.  Air laut yang masuk ke dalam petakan sawah dapat menyebabkan meningkatnya kandungan natrium, baik pada air yang menggenangi maupun pada tanah yang menjadi media perakaran tanaman padi.  Kadar garam di dalam tanah dan air genangan  disebut salin, sehingga dikenal penggolongan lahan dengan salinitas sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Meningkatnya salinitas dapat menyebabkan hasil padi turun, penurunan dapat mencapai 90 % pada sawah dengan tingkat salinitas tinggi sampai sangat tinggi. Dalam rangka menghindarkan terjadinya kerugian tersebut diperlukan informasi dan teknik penanggulangan tanah salin.  

Buku ini memberikan informasi bahwa tanah salin itu ada dan makin luas, serta teknik bercocok tanam padi pada tanah yang terpapar air laut dan natrium dari sumber non laut. Budi daya padi pada lahan salin dapat dilakukan dengan syarat didahului dengan menurunkan kejenuhan natrium dan membuangnya dari daerah perakaran, serta menghentikan aliran sumber natrium masuk ke petakan sawah, melakukan tindakan rehabilitasi lahan dan pemupukan dengan jenis, waktu, jumlah yang tepat. Keberhasilan budi daya padi pada lahan sawah bertanah salin dapat mendukung program Swa Sembada Pangan.

Cover Buku

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933