Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Identifikasi Sifat Kimia Abu Volkan, Tanah, dan Air yang
Terkena Dampak Letusan Gunung Merapi

Didi Ardi Suriadikarta

Abstrak

Ketebalan abu yang menutupi lahan pertanian, terutama sayuran dan hortikultura (kebun salak) beberapa hari setelah letusan Gunung Merapi dapat dibedakan menjadi <5 cm, >5-10 cm, dan >10 cm. Tanaman yang rusak akibat hujan abu adalah sayuran (kubis, tomat, dan cabai), salak, dan kelapa. Lapisan abu yang tebalnya <10 cm terdapat pada lahan kebun salak di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Abu dengan ketebalan <5 cm di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, umumnya terdapat pada lahan tanaman sayuran. Wilayah yang ditutupi abu volkan dengan ketebalan <5 cm perlu mendapat perbaikan melalui pengolahan tanah dan pemberian mulsa 1 t/ha. Lahan yang ditutupi abu volkan dengan ketebalan >5-10 cm perlu pengolahan tanah dan pemberian pupuk organik curah 2 t/ha. Lahan yang tertutup abu >10 cm diarahkan untuk tanaman tahunan. Tanaman salak dan kelapa yang rusak akibat hujan abu dapat diperbaiki melalui upaya perbaikan tanaman atau mengganti tanaman yang mati dan sudah tua dengan bibit yang baru.

(Diterbitkan pada Kajian Cepat Dampak Erupsi Gunung Merapi 2010 terhadap Sumberdaya Lahan Pertanian dan Inovasi Rehabilitasinya. Hal. 65-73. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012. Penyunting: M. Noor et al.).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933