Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Penutup
Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi

Maswar

Lahan gambut Indonesia memiliki nilai yang sangat penting dan strategis sebagai penyimpan dan pengatur tata air dan penyimpan karbon yang sangat banyak, merupakan habitat bagi keanekaragaman hayati yang khas ekosistem lahan gambut. Kementan melalui BBSDLP telah mengindetifikasi dan mendelineasi ada sekitar 14,9 juta hektar total luas lahan gambut Indonesia saat ini. Berdasarkan atas kondisi tutupan lahan pada tahun 2012, lahan gambut Indonesia yang masih tersisa sebagai hutan ada sekitar 8,28 juta ha (55,5%), sekitar 3,8 juta ha (25,5%) lahan gambut telah berubah menjadi lahan terdegradasi yang dicirikan oleh tutupan lahan berupa semak belukar, sekitar 1,54 juta ha (10,3%) lahan gambut digunakan untuk perkebunan kelapa sawit, 0,71 juta ha (4,7%) untuk perkebunan lainnya, dan 0,61 juta ha (4,1%) merupakan lahan terbuka dan bekas konsesi tambang.

(Diterbitkan pada Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi. Hal. 63-64. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2014. Penyunting: N.L. Nurida dan A. Wihardjaka).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933