Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Model Usahatani pada Lahan Gambut

Irawan dan Eni Maftu’ah

Dewasa ini pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut untuk pertanian di Indonesia semakin intensif dan ekstensif. Hal tersebut disebabkan oleh (1) secara kuantitas potensi lahan gambut cukup besar atau luas, (2) secara kualitatif lahan gambut potensial untuk pengembangan usaha pertanian dengan produktivitas yang tidak selalu rendah, dan (3) ketersediaan lahan pertanian eksisting relatif terbatas dibandingkan dengan kebutuhan untuk penyediaan bahan makanan sehingga diperlukan tambahan lahan pertanian Sistem usahatani yang dapat dikembangkan pada lahan gambut adalah sistem usahatani berbasis tanaman pangan dan/atau sistem usahatani berbasis komoditas andalan dengan komoditas yang paling efisien antara lain; padi, jagung (untuk tanaman pangan), tomat, terung, kubis dan mentimun (untuk tanaman sayuran), jeruk, nenas, salak, pisang kepok (untuk tanaman buah-buahan), dan kelapa, karet, kelapa sawit, pinang (untuk tanaman perkebunan) (Rina dan Noorginayuwati, 2013). Fakta menunjukkan bahwa masyarakat yang hidup di sekitar lahan gambut sudah mengetahui betul cara-cara pengelolaan lahan gambut untuk usaha pertanian, baik tanaman pangan, sayuran, buah-buahan maupun tanaman perkebunan. Kearifan lokal (indegenous knowledge) petani telah membuktikan bahwa lahan gambut dapat dikelola untuk tujuan sosialekonomi produktif, yakni sebagai penyedia lapangan kerja, sumber mata pencaharian dan penyedia bahan pangan tanpa mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berarti. Sejauh ini belum ada kasus kelaparan atau busung lapar yang menimpa petani yang hidup di sekitar lahan gambut. Hal itu menunjukkan bahwa lahan gambut dapat menjadi lumbung pangan dan sumber ketahanan pangan keluarga petani. Di sisi lain, pengelolaan lahan gambut dengan tanaman bernilai ekspor, seperti kelapa sawit dan karet menambah peran lahan gambut terhadap perekonomian negara melalui penerimaan devisa. Pada bab ini disajikan mengenai model-model usahatani yang dapat dikembangkan di lahan gambut dan cara pengelolaannya sehingga usaha pertanian tersebut dapat berkelanjutan.

(Diterbitkan pada Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi. Hal. 47-62. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2014. Penyunting: N.L. Nurida dan A. Wihardjaka).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933