Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Dampak Ameliorasi Tanah Gambut terhadap Cadangan Karbon Tanaman Kelapa Sawit dan Karet
(Impact of Peatsoil Amelioration on Carbon Stock of Oil Palm and Rubber Plantation)

Ai Dariah, Erni Susanti

Abstrak Ameliorasi lahan gambut selain ditujukan untuk meningkatkan kualitas tanah dan menekan emisi gas rumah kaca, diharapkan juga dapat berpengaruh positif terhadap sekuestrasi karbon oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ameliorasi tanah gambut terhadap peningkatan cadangan karbon tanaman kelapa sawit dan karet. Penelitian pada lahan gambut dilakukan di Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Lubuk Ogong, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau (dengan tanaman indikator kelapa sawit), serta di Desa Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (dengan tanaman indikator karet). Rancangan percobaan yang digunakan pada masing-masing lokasi adalah acak kelompok, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ameliorasi yang diaplikasikan pada tanaman kelapa sawit adalah (1) pupuk gambut (pupuk yang diperkaya kation polyvalen), (2) pupuk kandang, (3) tandan buah kosong sawit, dan (4) kontrol, sedangkan pada tanaman karet adalah (1) pupuk gambut, (2) pupuk kandang, (3) tanah mineral, dan (4) kontrol. Pengukuran cadangan karbon dilakukan dengan menggunakan metode nondestructive. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi tanah gambut tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan cadangan karbon tanaman kelapa sawit umur 6 tahun dan karet umur 7 tahun. Setelah 10 bulan dari aplikasi amelioran, penambahan cadangan karbon tanaman kelapa sawit berkisar antara 2,1-2,4 t/ha, sedangkan tanaman karet sekitar 5-11 t/ha.

Kata kunci: Gambut, kelapa sawit, karet, ameliorasi

Abstract The objective of peatland amelioration is to improve soil quality, as well as to reduce ghg emissions and to increase Carbon sequestration. The study aim’s was to investigate the effect of peatland amelioration on oil palm and rubber carbon stock improvement. The researches on oil palm were done in Arang-arang village, Kumpeh Subdistrict, Muaro Jambi District; and in Seikijang village, Bandar Seikijang Subdistrict, Pelalawan District. Both the sites are in Jambi and Riau Province. The study on Rubber was done in Jabiren Village, Jabiren Raya Subdistrict, Pulangpisau District, Central Kalimantan Province. The study experiment design was used Completely Randomized Design (CRD), in four treatments and four replications. The treatments were peatland fertilizer (Pugam), farmyard manure; empty fruit bunch compost, and control (no application). C stock measurement was done used nondestructive method. The result of the study showed that peatland amelioration treatments did not have significant effect to improve C stock on oil palm in 6 years old and 7 years old of rubber. Oil palm and rubber C stocks improvement were 2.1-2.4 t/ha and 5-11 ton/ha respectively, after 10 months of amelioration application.

Keywords: Peat, oil palm, rubber, amelioration

(Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi Emisi GRK dan Peningkatan Nilai Ekonomi. Jakarta, 18-19 Agustus 2014. Hal. 307-318. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2014. Penyunting: A. Wihardjaka et al.).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933