Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Wilayah Primatani Kabupaten Kerinci Sebagai Salah Satu Model Pengelolaan Lahan Potensial
untuk Pengembangan Komoditas Sayuran Dataran Tinggi

Suratman1) dan A. Kasno2)
1) Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanan
dan 2) di Balai Penelitian Tanah

ABSTRAK

Kegagalan program pertanian sering kali disebabkan oleh kurangnya data dan informasi sumber daya lahan.Dengan mengetahui karakteristik biofisik lahan dapat diketahui potensi lahannya. Prima Tani yang merupakan suatu program untuk mempercepat penyampaian informasi inovasi baru kepada masyarakat telah dilakukan Program Primatani di wilayah desa Pelompek, Kec. Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Wilayah ini berada pada agroekosistem lahan kering dataran tinggi iklim basah (LKDTIB) yang sesuai sebagai salah satu model pengelolaan lahan potensial untuk pengembangan komoditas sayuran dataran tinggi. Penggunaan lahan di wilayah ini sebagian besar (93,66%) merupakan lahan usaha pertanian, yang didominasi oleh tanaman sayuran dataran tinggi terutama kentang, kobis, cabai, dan wortel. Untuk kualitas dan kelangsungan/ ketahanan (sustainability) potensi lahannya masih diperlukan saran pembenahan dan masukan teknologi dalam pengelolaannya. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik lahan sebagai berikut: iklim tidak telalu basah, elevasi >700 m dpl., termasuk dataran tinggi, landform terdiri atas grup aluvial, kipas volkan, dan lereng stratovolkan, relief datar hingga berbukit, tanah dominan terbentuk dari bahan volkan dan endapan mempunyai karakteristik pH dan kejenuhan basa cenderung tinggi, konsisitensi gembur, dan tingkat kesuburan tergolong sedang sampai tinggi. Kondisi ini sangat mendukung untuk pengembangan komoditas pertanian dataran tinggi khususnya sayur-sayuran. Namun demikian manajemen yang dilakukan di wilayah ini yang mengikuti kebiasaan petani secara turun temurun yang masih perlu mendapat dukungan teknologi yang lebih tepat. Beberapa saran rekomendasi teknologi yang sesuai di wilayah ini antara lain: pengaturan penanaman berdasarkan tingkat kemiringan lahan perlu dilakukan, pada lahan yang kemiringannya > 25% disarankan ditanami tanaman tahunan seperti kayu manis. Pola tanam tiap musim tanam disusun agar tidak sefamili, hal ini dilakukan untuk mengurangi atau memutus perkembangan hama dan penyakit yang ada. Benih tanaman sayuran digunakan yang bermutu, jangan berasal dari daerah yang berendemi hama atau penyakit tertentu. Untuk mengurangi masuknya hama dan penyakit dari daerah lain perlu pengembangan benih swadaya petani setempat.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Sayuran Dataran Tinggi. Hal. 152-166. Penyunting: L.R. Widowati et al. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933