Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Lamanya Karbon Berada dalam Tanah pada Berbagai Usahatani
di Lahan Masam Iklim Basah

Maswar
Peneliti Badan Litbang Pertanian pada Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12, Cimanggu Bogor

Abstrak. Penurunan kandungan bahan organik atau karbon dalam tanah telah diketahui menyebabkan kemerosotan kesuburan tanah dan degradasi lahan usahatani. Bahan organik seperti limbah tanaman, pupuk hijau dan kotoran ternak yang diintroduksikan kedalam tanah pada sistem usaha pertanian dapat meningkatkan karbon tanah, serta memperbaiki struktur tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah. Berkaitan dengan hal ini, mengetahui lamanya karbon dapat berada dalam tanah merupakan informasi penting dalam pengelolaan usahatani yang efisien karbon untuk masa yang akan datang. Satu kegatan observasi yang bertujuan mangamati lamanya karbon berada dalam tanah (carbon turn-over) telah dilaksanakan pada lahan masam iklim basah di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada musim tanam tahun 2012. Hasil observasi menunjukkan bahwa bulk density (BD) tanah di lokasi pengamatan berkisar atara 1,25 g cm-3–1,47 gr cm-3yang menurut kriteria tergolong tinggi. Kandungan karbon tanah pada lokasi yang diamati tergolong rendah sampai sangat rendah (< 3,9%) yaitu berkisar antara 1,84 % - 3,64%. Hasil perhitungan lamanya karbon berada dalam tanah adalah: 22 tahun; 23 tahun; 26 tahun; 33 tahun; 39 tahun; 41 tahun; 47 tahun; 47 tahun; dan 55 tahun, masing-masing pada usahatani jagung di KP Tamanbogo, usahatani jagung manajemen petani, usahatani ubi kayu manajemen petani, usahatani sawah manajeen petani, usahatani ubi kayu di KP Tamanbogo, tanaman lorong (alley cropping) dan agroforestry di KP Tamanbogo, dan sistem surjan jeruk + padi sawah di KP Tamanbogo. Informasi utama dari hasil studi ini adalah manajemen pengelolaan lahan seperti pengolahan tanah, pemupukan dan pengelolaan residu tanaman berkaitan era dengan lamanya karbon berada dalam tanah dan dapat digunakan sebagai faktor kunci untuk strategi menekan kehilangan karbon dan sekaligus berperan dalam mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK)

Kata kunci: Karbon, usahatani, lahan

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pertanian Ramah Lingkungan. Hal. 329-336. Penyunting: Sulaeman et al. Bogor, 29 Mei 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933