Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknik Konservasi, Hubungannya dengan Sifat Fisik Tanah serta Serangan Penyakit
pada Tanaman Kentang di Dataran Tinggi Kerinci

Umi Haryati, Deddy Erfandi, dan Yoyo Soelaeman
Peneliti Badan Litbang Pertanian pada Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12, Cimanggu, Bogor

Abstrak. Kawasan hortikultura di dataran tinggi umumnya didominasi oleh tanah Andisols yang peka terhadap erosi. Meskipun demikian, sebagian besar petani sayuran belum menerapkan teknologi konservasi tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik konservasi tanah terhadap sifat fisik tanah serta hubungannya dengan serangan penyakit pada pertanaman kentang di dataran tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Talun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi pada posisi koordinat 01o41 '58,3 " LS dan 101o20'50,3" BT dan ketinggian 1500 m dpl dari MT 2011 s/d MT 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya adalah: (1) kontrol, yaitu tanaman searah lereng (KTA-1), (2) KTA-1, + teras gulud setiap 5 meter (KTA-2), (3) KTA-2 + rorak yang dibuat pada saluran pembuang air (SPA) di samping teras gulud, (KTA-3) dan (4) bedengan searah kontur (KTA-4). Plot percobaan berukuran lebar 3 m dan panjang 20 m dengan tanaman indikator kentang varietas Granola-4. Pada MT 2011, teknik konservasi KTA-2 menimbulkan serangan layu fusarium tertinggi (86 %) sedangkan KTA-1, KTA-2 dan KTA-3 menimbulkan serangan layu fusarium yang tidak berbeda secara statistik (73%). Pada MT 2012, perlakuan KTA-2 selalu memberikan persentase umbi kentang busuk tertinggi. Teknik konservasi KTA-4 memberikan hasil tanaman yang paling tinggi sedangkan KTA-2 memberikan hasil tanaman kentang yang paling rendah dan tidak berbeda nyata dengan kontrol (KTA-1). Dengan demikian, teknik konservasi (kecuali KTA-2) dapat menurunkan serangan layu fusarium dan mempertahankan hasil tanaman kentang.

Kata kunci: Teknik konservasi, sifat fisik tanah, layu fusarium, DT Kerinci

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pertanian Ramah Lingkungan. Hal. 305-318. Penyunting: Sulaeman et al. Bogor, 29 Mei 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933