Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Biomas Limbah Pertanian In Situ sebagai Bahan Baku Biochar
untuk Peningkatan Kualitas Tanah di Lahan Kering Iklim Kering Nusa Tenggara Timur

Neneng L. Nurida, Ai Dariah, dan Sutono
Peneliti Badan Litbang Pertanian pada Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12,Cimanggu Bogor

Abstrak. Bahan organik in situ berupa biomas hasil panen, ranting kayu dan legume sisa pakan ternak dapat digunakan untuk mendukung sistem pengelolaan lahan bersifat zero waste, dan hemat karbon di lahan keting iklim kering. Limbah pertanian yang sulit lapuk dapat dikonversi menjadi arang (biochar). Arang sangat bermanfaat untuk meningkatkan retensi air di wilayah lahan kering iklim kering dan meretensi hara sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomas ranting pohon legume sebagai bahan baku arang (biochar) dalam upaya meningkatkan sifat fisik dan kimia tanah serta hasil jagung di lahan kering iklim kering, NTT. Penelitian dilakukan di Desa Oebola, Kecamatan Futuleu, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tanaman indikator yang digunakan adalah jagung varietas Srikandi Kuning. Penelitian menggunakan rancangan kelompok faktorial yang diulang 3 kali. Perlakuan yang diuji adalah faktor pertama: cara pemberian: dibenamkan di lubang tanam dan dibenamkan dalam larikan, sedangkan faktor kedua: Dosis arang: tanpa pemberian biochar/arang (0 t ha-1), 5 t ha-1 biochar/arang+pukan, 5 t ha-1 biochar/arang, dan 10 t ha-1 biochar/arang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar ranting kayu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sifat fisik tanah, namun dengan dosis yang cukup tinggi yaitu 10 t ha-1. Bila akan diberikan dalam jumlah yang lebih rendah yaitu 5 t ha-1 maka harus dikombinasikan dengan pupuk kandang. Biochar ranting pohon legum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sifat fisik tanah, dengan dosis yang cukup tinggi yaitu 10 t ha-1, seperti peningkatan pori aerasi dari 16,57% vol. menjadi 23,23-28,23% vol, pori air tersedia tanah dari 2,73% vol (sangat rendah) menjadi 4,62% vol (tergolong sangat rendah) dan 5,45% vol. (rendah). Sifat kimia yang menunjukkan terjadinya peningkatan dengan pemberian biochar baik diberikan dalam lubang tanam maupun larikan adalah P-tersedia.Semakin tinggi dosis biochar yang diberikan, semakin tinggi hasil jagung yang diperoleh. Brangkasan jagung dan klobot dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, mulsa maupun kompos, sedangkan biomas janggel dapat dimanfaatkan untuk pembenah tanah dengan cara dikonversi menjadi arang.

Kata kunci: Biomas, in situ, biochar, lahan kering, iklim kering, kualitas tanah

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pertanian Ramah Lingkungan. Hal. 273-281. Penyunting: Sulaeman et al. Bogor, 29 Mei 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933