Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Ameliorasi dan Pemupukan pada Ultisol Lampung
dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman Kedelai

Wiwik Hartatik, Septiyana, dan Heri Wibowo
Peneliti Badan Litbang Pertanian pada Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar 12, Cimanggu Bogor

Abstrak. Ultisol merupakan salah satu tanah yang diusahakan untuk budidaya kedelai. Tanah tersebut umumnya merupakan lahan suboptimal dengan pembatas reaksi tanah masam, kadar Aluminium dan fiksasi P tinggi, kandungan bahan organik, kation basa dapat ditukar dan kapasitas tukar kation yang rendah. Keberhasilan produksi kedelai sangat ditentukan oleh potensi sumberdaya lahan dan teknologi pengelolaan lahan yang tepat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh Dolomit dan Soil Bio Neutralizer serta pemupukan terhadap sifat kimia tanah Ultisol dan produktivitas tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Taman Bogo, Kabupaten Lampung Timur (105o 29. 455’ BT - 05o 00 409’ LS). Ukuran petak 6 m x 5 m. Tanaman indikator kedelai varietas Anjasmoro, dengan jarak tanam 15 cm x 40 cm. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan rancangan perlakuan Petak Terpisah, 4 ulangan. Petak Utama yaitu Dolomit dan Soil Bio Neutralizer. Anak Petak perlakuan pemupukan terdiri atas 1). Kontrol, 2). NPK Rekomendasi, 3). ¾ x dosis NPK Rekomendasi  dan 4).¾ x dosis NPK Rekomendasi + pupuk organik. Dosis Dolomit  3 t ha-1 dan Soil Bio Neutralizer 3 l ha-1. Pemupukan NPK Rekomendasi (Urea 50 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1 dan KCl 150 kg ha-1) dan pupuk organik dengan dosis 2 t ha-1. Parameter yang diamati yaitu sifat kimia tanah setelah panen yaitu pH, kadar C-organik, N total, P tersedia (ekstrak Bray I), K, Ca dan Mg dapat ditukar dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan basa (KB). Pengamatan agronomis yaitu pertumbuhan dan hasil kedelai serta serapan hara N, P dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bio Soil Neutralizer tidak nyata meningkatkan pH, menurunkan Aluminium dapat ditukar dan kejenuhan Aluminium. Dolomit nyata meningkatkan pH, Ca dapat ditukar dan kejenuhan basa, tinggi tanaman kedelai umur 30 dan 60 HST, bobot brangkasan dan biji kedelai, serapan hara N, P dan K dibandingkan Bio Soil Neutralizer. Perlakuan Dolomit yang dikombinasikan dengan ¾ NPK + pupuk organik (Tithoganic) 2 t/ha nyata meningkatkan P tersedia, Mg dapat ditukar dan kejenuhan basa, tinggi tanaman kedelai, bobot brangkasan dan biji kering kedelai serta serapan hara N, P dan K dibandingkan tanpa pupuk organik dan perlakuan NPK rekomendasi. Pemberian pupuk organik mampu mengefisienkan pupuk NPK 25%. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai pada Ultisol Lampung diperlukan ameliorasi Dolomit, aplikasi pupuk organik dan pemupukan NPK.

Kata kunci: Ultisols, ameliorasi, pemupukan, sifat kimia tanah, kedelai

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933