Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Pupuk Pelengkap Cair Poodaeng Chitosan
terhadap Pertumbuhan dan Produksi Brokoli

I Gusti Made Subiksa
Peneliti Badan Litbang Pertanian pada Balai Penelitian Tanah,
Jl. Tentara Pelajar 12, Cimanggu Bogor

Abstrak. Penggunaan pupuk kimia untuk tanaman hortikultura bernilai tinggi seringkali tidak rasional untuk mengejar target produksi maksimal. Pemberian pupuk yang berlebihan berakibat buruk terhadap kualitas lingkungan perairan karena pupuk yang tercuci menyebabkan eutrofikasi badan-badan air. Oleh karenanya, diperlukan upaya mengurangi penggunaan pupuk kimia, namun tidak menurunkan produktivitas tanaman secara signifikan. Penelitian penggunaan pupuk pelengkap cair (PPC) Poodaeng Chitosan yang bertujuan untuk mendapatkan teknologi produksi yang mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk tanaman hortikultura telah dilakukan dengan indikator tanaman brokoli. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Pacet Cianjur Jawa Barat menggunakan rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah kombinasi tidak lengkap antara beberapa dosis pupuk NPK dan PPC Chitosan dan dibandingkan dengan perlakuan standar (NPK dosis rekomendasi) dan perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perlakuan PPC Chitosan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan lebar tajuk tanaman brokoli dibandingkan dengan perlakuan standar NPK, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Perlakuan PPC Chitosan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan produksi crop brokoli. Penyemprotan pupuk Poodaeng Chitosan dengan konsentrasi 0,3% (0,45 L ha-1) sebanyak 6 kali pada tingkat pemupukan 50% NPK meningkatkan rataan bobot biomassa dan crop brokoli sampai melebihi hasil dengan NPK standar 100%. Hubungan antara dosis pupuk dan produksi brokoli mengikuti persamaan Y = -31,464X2 + 15,909X + 10,166 ( R2= 0,8424) Produksi crop bersih brokoli maksimum yang bisa dicapai adalah 12,18 ton ha-1 dengan tingkat pemupukan NPK 50% dosis rekomendasi yang dibarengi dengan penyemprotan PPC Poodaeng Chitosan. Produksi sebesar itu dicapai dengan penyemprotan Poodaeng Chitosan dengan konsentrasi 0,25% (0,375 L ha-1) sebanyak 6 kali penyemprotan. Penyemprotan dengan konsentrasi yang lebih besar menyebabkan produksi crop brokoli menurun.

Katakunci: Chitosan, brokoli, pertumbuhan, biomasa, produksi crop

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pertanian Ramah Lingkungan. Hal. 147-157. Penyunting: Sulaeman et al. Bogor, 29 Mei 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933