Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Proyeksi Kebutuhan Pupuk Sektor Pertanian Melalui Pendekatan Sistem Dinamis

Irawan, Diah Setyorini, dan Sri Rochayati

Abstrak. Pupuk memiliki peranan yang penting dan strategis dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Oleh karena itu pemerintah mendorong penggunaan pupuk yang efisien melalui berbagai kebijakan meliputi sistem penyediaan, distribusi, harga jual dan aspek teknis lainnya.  Selain aspek kualitas, penyediaan pupuk yang tepat dalam jumlah, jenis, dan waktu  pemberian, serta cara pemberian  sangat diperlukan  untuk menjamin  peningkatan produksi  dan produktivitas  pertanian. Produksi dan penyediaan pupuk yang tepat hanya bisa dilakukan jika didasarkan pada informasi kebutuhan pupuk yang tepat pula. Oleh karena itu diperlukan  suatu hasil  proyeksi mengenai kebutuhan pupuk di masa yang akan  datang untuk menjamin pencapaian  swasembada  dan swasembada  pangan  berkelanjutan. Proyeksi  kebutuhan pupuk nasional dapat dilakukan dengan pendekatan permintaan potensial atau permintaan aktual.  Permintaan potensial adalah jumlah pupuk yang akan digunakan dalam kondisi optimal, yakni total luas areal pertanian dikalikan dengan dosis rekomendasi pemupukan untuk setiap jenis tanaman yang diusahakan pada suatu waktu. Permintaan aktual adalah jumlah pupuk yang benar-benar digunakan dalam suatu waktu, yakni total luas areal pertanian dikalikan dengan takaran pupuk aktual pada masing-masing jenis tanaman. Mengingat penggunaan pupuk oleh petani di lapangan sangat bervariasi dan pada umumnya lebih rendah daripada dosis pemupukan rekomendasi, maka jumlah permintaan pupuk aktual umumnya lebih rendah daripada permintaan pupuk potensial. Makalah ini menyajikan hasil proyeksi kebutuhan pupuk Sektor Pertanian dengan  kombinasi  kedua  pendekatan  tersebut menggunakan simulasi sistem dinamik.  Diharapkan  hasil analisis dalam makalah ini akan dapat dikembangkan secara lebih detil pada wilayah atau  sub-sektor pertanian yang lebih spesifik .

Kata kunci: Pangan, pupuk, simulasi, sistem dinamis

Abstract. Fertilizer has important and strategic roles in increasing agricultural production and productivity. That is why the Government of Indonesia always supports efficiency of fertilizers use through several of policies related to fertilizers procurement systems, distribution and price systems, and other technical aspects. Besides quality aspect, the accurate of fertilizer procurement in terms of quantity, type, timing and method of application are needed to guarantee in increasing agricultural production and productivity. The accuracy of fertilizer production and its availability depend on an accurate of fertilizer requirement’s information. Projection of fertilizers requirement in the future is needed to guarantee the achievement of food self sufficiency program. Fertilizers requirement projection could be done by using potential or actual demand approach. Potential demand of fertilizers is the quantity of fertilizers used in the optimal condition, i.e. the acreage of land multiplied by recommended use of fertilizers for each commodity in specified time. Actual demand of fertilizres is the quantity of fertilizers used in the field, i.e. the acreage of land multiplied by farmers’ adoption rate of fertilizers used for each commodity. Since the fertilizers application rate in the field are varied among farmers and generally are less than recommedation rate of fertilizers application, so that actual demand of fertilizers approach usually less than potential demand approach. This paper presents projection results of fertilizers requirement in the future for agricultural sector by combining the mentioned approaches throug dynamic system model. It is hoped that the used approach in this paper could be more developed for fertilizers requirement projection in specific area and commodity.

Keywords: Dynamic system, fertilizer, food, simulation.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 123-139. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933