Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Pupuk Pugam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah
dalam Rotasi Jagung-Kacang Tanah

I Gusti Made Subiksa

Abstrak.  Dalam beberapa sesi pengujian pupuk Pugam telah diketahui bahwa pupuk Pugam mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dan efisiensi pemupukan P. Dari  penelitian tersebut diketahui bahwa faktor utama yang menginduksi pertumbuhan yang baik adalah perbaikan media tumbuh tanah gambut sehingga akar tanaman berkembang dengan baik. Untuk mengetahui efek residu pupuk  Pugam, telah dilakukan penelitian lanjutan dimana tanaman jagung dirotasi dengan tanaman kacang  tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek residu pupuk Pugam serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah. Penelitian dilakukan dalam pot di rumah kaca menggunakan rancangan acak kelompok. Penelitian terdiri dari 17 perlakuan yaitu kombinasi antara 5 jenis pupuk Pugam masing-masing 3 tingkat dosis, perlakuan NPK konvensional, dan kontrol. Dosis masing-masing perlakuan Pugam dan pupuk SP-36 adalah setengah dari dosis yang diberikan untuk tanaman jagung pada musim sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan Pugam, baik Pugam A, Q, R, D, dan T  dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah. Hal ini ditunjukkan oleh berat biomassa tanaman yang meningkat sangat nyata dibandingkan perlakuan kontrol maupun perlakuan NPK tunggal konvensional. Namun demikian tinggi tanaman tidak berbeda nyata antara perlakuan kecuali dengan perlakuan kontrol. Pembentukan massa akar juga terlihat berbeda sangat nyata antara perlakuan Pugam dengan perlakuan kontrol dan NPK tunggal konvensional. Pertumbuhan generatif tanaman kacang tanah juga meningkat sangat nyata pada perlakuan semua jenis Pugam, baik pada dosis rendah maupun tinggi. Indikator yang sangat jelas terlihat dari jumlah polong yang terbentuk. Tanaman kacang tanah pada perlakuan kontrol dan NPK tunggal konvensional polong yang terbentuk sangat sedikit, bahkan ada yang tidak membentuk polong sama sekali. Perlakuan dengan semua jenis Pugam, pembentukan polong meningkat sangat nyata, walaupun sebagian masih menunjukkan polong hampa. Sejalan dengan pembentukan polong yang meningkat, produksi biji kacang tanah juga meningkat sangat nyata dengan pemberian Pugam. Pemupukan dengan NPK tunggal konvensional, tanaman kacang tanah menjadi mandul. Pemupukan dengan Pugam yang peningkatan produksinya paling rendah adalah Pugam R yaitu 4,22 g pot-1 atau 17 kali lipat, sedangkan yang paling tinggi adalah dengan Pugam T yaitu 13,6 g  pot-1 atau meningkat 54 kali lipat jika dibandingkan dengan produksi pada perlakuan kontrol (0,25 g pot-1).

Kata kunci: Pugam, pupuk, kacang tanah, pembentukan polong

Abstract. In several efficacy test of Pugam fertilizer has known that this fertilizer effective to improve plant growth of maize and fertilizer efficiency, especially P.  It’s likely due to better soil condition and  the plant roots  developed properly. Further studies have been carried out to determine the  residual  effect of Pugam  fertilizer  to peanut plant growth. The objectives of the study were to determine the residual effect of Pugam and the factors affecting plant growth. The study was conducted in pots using a randomized block design. The study consisted of 17 treatments namely the combination of 5 different types of Pugam with 3 dose levels  respectively,  conventional NPK  treatment, and control. Dose of each treatment of Pugam and SP-36  is half of the dose given to the corn crop in the previous season. The results showed that treatment with all type of Pugam increased the vegetative growth of peanut. This is  indicated by  the increased weight of the biomass  significantly compare to both of control treatment as well as conventional NPK treatment. There is no significantly different of plant height among treatment except  the control treatment. The establishment of the root  biomass was also  significantly  different between the  Pugam treatment compare to both of conventional NPK and control treatment. Generative growth of peanut  is also  significantly  increased  by all type of Pugam,  in both  of  low and  high doses. The most visible indicator can observed is number of pods development. Peanuts pods in the control treatment and the conventional  NPK  treatment  were  formed very limited, in fact there are no pods formed at all  in several pots. Pods development in all type of Pugam  significantly increased, although  there are  empty pods observed. In line with the increased of pods formation, grain production of peanut has also increased very significant with Pugam  treatment. No pod  development in  conventional NPK  treatment likely due to sterile pollen of  peanut plants. Fertilization with Pugam  resulted  grain production  in range the lowest of 4.22 g.pot-1 or 17-fold  increase with Pugam R and the highest with  Pugam T is 13.6 g.pot-1 or increased 54-fold compared  to  the control treatment (0.25 g.pot-1).

Keywords: Pugam, fertilizer, peanut, pod development

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 195-204. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933