Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Distribusi Unsur Hara dan Perakaran pada Pola Pemupukan Kelapa Sawit
di Dalam Piringan di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi

Setiari Marwanto, Supiandi Sabiham, Untung Sudadi, dan Fahmuddin Agus

Abstrak. Pemupukan yang tepat (cara, bentuk, dosis, waktu) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan  efisiensi  serapan hara pupuk oleh tanaman.  Penelit ian ini bertujuan untuk mempelajari distribusi unsur hara dan akar pada pola pemupukan di dalam piringan. Penelit ian dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit rakyat umur 15 tahun dengan ketebalan gambut 575,3±65,7 cm  dan jarak tanam 8x9 m  di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi pada bulan Januari-Maret  2012. Penelit ian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengindentifikasi sifat tanah yang telah diberi pupuk dan kapur oleh petani di dalam piringan yang berjarak 2 m dari pusat batang sawit. Sembilan pohon kelapa sawit yang tersebar di tiga transek  telah dipilih sebagai pewakil.  Pengambilan contoh  akar dan  gambut dilakukan 3 bulan setelah pengapuran dan 2 bulan setelah pemupukan, masing-masing  pada jarak 1m, 1,5 m, 2 m, 2,5 m, 3 m, 3,5 m, 4 m dan 4,5 m dari pusat batang kelapa sawit pada kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm. Parameter sifat tanah yang diamati meliputi total unsur hara N, P, K, Ca, Mg, K, Na, Fe, Al,  B, Mn, Cu  dan Zn.  Sedangkan parameter akar yang diamati adalah kerapatan akar dengan empat kelas diameter, yaitu: <0,5 mm, 0,5-2,5 mm, 2,5-5 mm dan >5 mm.  Dari hasil penelit ian dapat diketahui bahwa  jarak pengambilan contoh dari pusat batang memiliki  hubungan  nyata  dengan konsentrasi  unsur hara  (p<0,05) kecuali pada unsur N, Fe dan Mn pada kedalaman 0-15 cm dan unsur N, Mg, Fe dan Mn pada kedalaman 15-30 cm. Semakin kecil ukuran akar, maka kerapatannya  semakin tinggi. Kerapatan akar yang tertinggi adalah akar kuarter (Ø<0,5 mm) disusul oleh akar tersier (Ø 0,5-2,5 mm), sekunder (Ø2,5-5 mm) dan primer (Ø>5 mm). Jarak pengambilan contoh menghasilkan  koefisien regresi linear yang tinggi dengan kerapatan akar kuarter dan tersier (R2 =>0,8). Hasil ini membuktikan bahwa distribusi akar berhubungan erat dengan tingkat konsentrasi hara. Pola pemupukan di dalam piringan kelapa sawit menghasilkan pola distribusi unsur hara yang sama dengan pola distribusi kerapatan akar, dimana konsentrasi hara dan kerapatan akar tert inggi terdapat pada jarak terdekat dengan batang dan menurun secara berangsur pada jarak yang semakin jauh.

Kata kunci: Distribusi, unsur hara, akar,  gambut, pemupukan, kelapa sawit

Abstract. Broadcasting fertilizer into the  circle of oil palm was effected  on nutrient  and roots distribution. This research was aimed at studying distribution of both nutrient and roots in the site where fertilizer applied into the circle of oil palm. Research was conducted at 15 year of oil palm plantation with 575.3±65.7 depth of peat and 8x9 m of planting distance,  during January-March 2012. Administratively laid on Sumber Agung Village, Sungai Gelam Sub District, Muaro Jambi District, Jambi Province. This research was considered as descriptively research to identified soil properties which obtained fertilizer and lime within 2 m of circle of oil palm radius from the center of the trunk. Nine oil palm trees within three transect was choose as representative point. Peat sampling, conducted 3 months after fertilizing and 2 months after liming, was carried on the distance of 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 3.5, 4 and 4.5 m from the centre of the trunk there are 0 -15 and 15-30 cm. was  sampled at each sampling point for chemical properties and root analysis. Chemical soil analysis consist of N, P, K, Ca, Mg, K, Na, Fe, Al, B, Mn, Cu, and Zn. Roots were washed and separated from peat material then dried oven at  700 C as long  as  48  hours.  Finally, four size class of root diameter was determined then weighted .  Research results significant correlation (at p<0.05) between soil sampling distance and all nutrient concentration except N, Fe, and Mn at 0-15 cm depth, and N, Mg, Fe, and Mn at 15-30 cm depth. The smaller root size the higher its activity. The highest root density was quaternary roots (Ø <0.5 mm), following with tertiary roots (Ø 0.5-2.5 mm), secondary roots (Ø 2.5-5 mm) and primary roots (Ø >5 mm) respectively. Soil sampling distance was resulted high linear coefficient with quaternary and tertiary roots density (R2 = >0.8). In this research we also knew that roots distribution has strong correlation with nutrient concentration. Placing fertilizer onto the surface of circle of oil palm was effected on the equality pattern between nutrient distribution and roots distribution. At the nearest point from the trunk has the highest nutrients concentration and roots density, where decrease gradually with the increasing distance.

Keywords: Distribution, nutrient, root, peat, fertilizing, oil palm

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 213-224. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933