Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengelolaan Hara Nitrogen untuk Komoditas Sayuran Dataran Tinggi
pada Aquandic Dystrudepts Karang Anyar, Jawa Tengah

Ladiyani Retno Widowati, Diah Setyorini, dan S. De Neve

Abstrak. Nitrogen merupakan salah satu pupuk makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sayuran. Pada sistem usahatani sayuran dataran tinggi, umumnya petani mengaplikasikan pupuk N sangat tinggi tidak memperhatikan tingkat kebutuhan tanaman serta perilaku hara tersebut dalam tanah. Untuk itu, pada tahun 2007 telah dilakukan penelitian pengelolaan hara nitrogen pada tanah Inceptisols Karang Anyar dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan serta mengurangi dampak pencemaran NO3--N. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Punthuk Rejo, Kecamatan Argoyoso, Karang Anyar (07o36’25’’-07o37’30’’ LS, 111o05’10’’-111o06’45’’LT.) yang tergolong dalam family Aquandic Dystrudepts, medial, isohyperthermic. Tanaman indikator adalah daun bawang dan wortel. Perlakuan yang diujikan adalah Dosis Petani atau FP (per hektar: 40 ton pukan campuran kotoran ayam dan sapi + 500 kg Urea untuk bawang daun; 25 ton pukan sapi/ayam + 500 kg Urea + 500 kg ZA untuk wortel) dan Rekomendasi Perbaikan atau IP (15 ton pukan campuran ayam dan sapi + 250 kg Urea + 250 kg ZA untuk bawang daun; 15 ton pukan ayam + 250 kg Urea untuk wortel). Pengamatan meliputi pergerakan N profil, produksi, dan serapan N. Tanah ini mempunyai BD rendah 0,8-0,9 mg m-3, indeks permeabilitas tergolong cepat 2,78-4,78 cm hari-1 dengan pori drainase cepat 26,5-31,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang berkadar liat 32% dan mempunyai BD 0,8 sangat mudah memindahkan NO3+-N dari lapisan 0-25 ke lapisan yang lebih dalam, hal ini terukur pada hasil pengamatan perlakuan Dosis Petani (FP) dan Rekomendasi Perbaikan (IP). Produksi bawang daun dan wortel masing-masing perlakuan Dosis Petani sebesar 24,4 t ha-1 dan 11,3 t ha-1 dengan total serapan N 22 dan 58 kg ha-1, setara dengan 9 dan 4% terhadap total N yang ditambahkan. Produksi Rekomendasi Perbaikan adalah 18,3 dan 11,6 t ha-1 dengan total serapan N 20 dan 50 kg ha-1, setara dengan 12 dan 7% terhadap total N yang ditambahkan. Hasil perhitungan N-balance jangka pendek (short term N-balance) diperoleh masing-masing 599 dan 558 untuk Dosis Petani, serta 374 dan 245 untuk Rekomendasi Perbaikan.

Kata kunci: Nitrogen, Thaptic Endoaquands; pemupukan; sayuran

Abstracts. Nitrogen fertilizer is one macro nutrient that is required by vagetable crop. In the highland vegetable farming system, farmers generally apply high N fertilizer which is not consider to crop needs and behavior of plant nutrients in the soil. In purpose to improve fertilizer efficiency and reduce the environmental impact of NO3-N, in 2007, has conducted research on soil nitrogen nutrient management on Inceptisols from Karang Anyar. The experiment was conducted in farmers' fields Punthuk Rejo village, District Argoyoso, Karang Anyar (07o36'25'' - 07o37'30'' LS, 111o05'10'' - 111o06'45 LT.) belong to the family Aquandic Dystrudepts, medial , isohyperthermic. Plant indicator is leek and carrot. The treatments tested were Farmers Practice or FP (per hectare: 40 t e mixture of chicken manure and cow + 500 kg Urea for leek; 25 t cattle manure/chicken + 500 kg Urea + 500 kg ZA for carrots) and Improve Practice or IP (15 t chicken and cattle manure mixture + 250 kg Urea + 250 kg ZA for leek; 15 t chicken + 250 kg Urea for carrots). Observations included the movement of N in soil profiles, crop production and N uptake. This soil has a low BD 0.8 to 0.9 mg m-3, relatively rapid permeability index from 2.78 to 4.78 cm day-1 with rapid drainage pore from 26.5 to 31.9%. The results showed that this soil capable to tranfer NO3-N very fast from 0-25 layers to deeper layers, it is measured in FP and IP. Production of leek and carrot each treatment is 24.4 t ha-1 and 11.3 t ha-1 with a total uptake 22 and 58 kg N ha, equivalent to 9 and 4% of the total N added, respectively. Vegetable production of IP were 18.3 and 11.6 t ha-1 with a total uptake of 20 and 50 kg N ha-1, equivalent to 12 and 7% of the total N added, respectivelly. The results of the calculation of short term N-balance were obtained 599 and 558 for FP , as well as 374 and 245 for IP.

Keywords: Nitrogen, Thaptic Endoaquands, fertilizer, vegetable

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 257-266 Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933