Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan, Produksi Silase
dan Biji Pipilan Jagung Hibrida pada Inceptisols Dramaga

I Gusti Made Subiksa

Abstrak. Tanaman jagung memiliki multi fungsi antara lain sebagai bahan pangan (food), pakan (feed), dan bahan bakar (fuel). Oleh karenanya sering kali terjadi persaingan dalam pemanfaatannya, sehingga tidak jarang terjadi lonjakan harga jagung yang cukup tajam. Jagung untuk pakan tidak hanya dapat memanfaatkan biji (grain) tetapi juga tanaman segar yang difermentasi untuk pembuatan silase. Karena permintaan yang besar dari luar negeri, maka budidaya jagung untuk produksi silase cukup menjanjikan. Penelitian pengaruh jarak tanam dan jenis pupuk terhadap pertumbuhan, produksi silase, dan biji pipilan jagung hibrida telah dilakukan pada Inceptisols Dramaga, Bogor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jarak tanam yang ideal untuk memproduksi bahan silase yang tinggi, tetapi tidak mengganggu produksi biji jagung. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan 3 ulangan. Petak utama adalah 2 tingkat jarak tanam yaitu 75x25 cm dan 60x20 cm, dan anak petak adalah 4 jenis pemupukan NPK tunggal dan NPK majemuk yang masing-masing dikombinasikan dengan pupuk kandang. Sebagai indikator adalah jagung hibrida P-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 60x20 cm dapat meningkatkan tinggi tanaman dan produksi bahan silase dari rata-rata 45,8 t ha-1 menjadi rata-rata 60,1 t ha-1 atau meningkat 31% dibandingkan jarak tanam 75x25 cm. Namun, jarak tanam yang rapat tersebut menurunkan produksi biji jagung pipilan karena tongkol yang terbentuk lebih kecil. Pupuk NPK majemuk (15-15-15) mempunyai respon yang lebih baik terhadap tanaman jagung dibandingkan dengan NPK tunggal (urea, SP-36, dan KCl) sebagai pupuk dasar. Pupuk kandang dengan dosis 1,5 t ha-1 umumnya memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan hasil biji pipilan yang lebih tinggi.

Abstract. Corn is consider as multi functions crops such as for food, feed and fuel utilization. Therefore, competition in use caused sharply price fluctuation. Corn for feed not only utilize the grain but also fresh biomass or fermented silage. Due to huge demand of silage from abroad, the cultivation of corn for silage production is promising. Study on the influence of plant spacing and fertilizer to the plant growth, shelled grain production and biomass silage of hybrids corn has carried out on Inceptisols Dramaga, Bogor. The objective was to determine the ideal spacing to produce high amount of silage, but does not affect the production of grain. Research using a split plot design with three replications. The main plot is two level crop spacing namely 75x25 cm and 60x20 cm, and the subplot is 4 types of single and compound NPK fertilizer and their combined with manure. The crop indicator is P-21 hybrid corn. Results showed that the crop spacing of 60x20 cm treatment increased plant height and production of silage from an average of 45.8 t.ha-1 to an average of 60.1 t.ha-1, or increased about 31% compared to the 75x25 cm spacing. However, the dense spacing decreased grain production since smaller corn cobs. NPK compound fertilizer (15-15-15) have a better response compared to single NPK as basal fertilizer. Manure with dose 1.5 t.ha-1 has better corn growth and yield compared to without manure treatment.

Keywords: Feed, silage, biomass, fertilizer, hybrid corn, crop spacing

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 349-356. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933