Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknologi Pemulihan Lahan Bekas Tambang Timah
untuk Pertanian di Bangka Belitung

Djadja Subardja, Antonius Kasno dan Erna Suryani

Abstrak. Lahan terdegradasi dan terlantar berupa lahan bekas tambang timah di Bangka Belitung diperkirakan lebih dari 200.000 ha dan terus bertambah. Saat ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam ketahanan pangan. Usaha penambangan timah legal dan atau ilegal yang dilakukan oleh masyarakat bila tidak dikendalikan secaraketat akan mempercepat kerusakan lahan dan lingkungan, secara luas akan mengancam keberlangsungan pembangunan pertanian di daerah tersebut. Rehabilitasi lahan pada lahan bekas tambang timah yang dikelola oleh perusahaan besar (PT. Timah, PT. Koba Tin) pada awalnya telah dilakukan dengan baik, namun saat ini sebagian besar lahan tersebut telah dirusak dan ditambang kembali secara ilegal oleh masyarakat setempat karena alasan ekonomi, tidak memperoleh manfaat langsung, serta kurangnyda pengawasan dan ketegasan hukum. Perubahan paradigma dalam merehabilitasi lahan terdegradasi adalah pemanfaatan lahan bekas tambang timah untuk tujuan pertanian yang produktif. Pencetakan dan pengelolaan sawah pada lahan bekas tambang timah di Bangka Tengah dan Belitung dapat dijadikan contoh yang perlu di kembangkan sebagai model inovasi teknologi pemulihan lahan bekas tambang timah untuk tujuan pertanian yang memberikan dampak nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kata kunci: Teknologi, pemulihan lahan, lahan bekas tambang timah, pertanian

Abstract. Degraded and abandoned land as ex tin mining in Bangka Belitung Islands is estimated more than 200,000 ha, and will continue to increase. Currently, condition of ex tin mining is very worrying and threatening food security. The legal tin mining or illegal tin mining gradually accelerate destruction of land and surrounding environment if not strictly controlled, widely would threaten the sustainability of agricultural development in the area. Rehabilitation land on ex tin mining that managed by big companies (PT Timah, PT. Koba Tin) initially has well done , but in the present most of land has been destroyed and illegally mined again by local communities for economic reasons, , as well as the lack of oversight and rigor of law. The changing paradigm on rehabilitation degraded land is using formerly tin mining land to develop productive agriculture. The creating of new paddy field and its management on formerly tin mining in Central Bangka and Belitung can be an example as model of technological innovation restoration of formerly tin mining land for sustainable agriculture.

Keyword:Technology, land restoration, ex tin mining land, agriculture

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 369-382. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933