Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengelolaan Hara Silika pada Tanah Pertanian di Indonesia

Husnain, Sri Rochayati, dan Ibrahim Adamy

Abstrak. Tanah-tanah di daerah beriklim tropis cenderung mengalami pelapukan dan proses desilikasi yang cepat ditandai dengan hilangnya basa-basa dan silika (Si) dari mineral-mineral tanah. Sementara itu Si diperlukan dalam jumlah besar oleh tanaman terutama famili Angiospermae seperti padi dan tebu. Unsur hara Si belum banyak dikenal dan diketahui bahwa tanah sawah dapat mengalami defisiensi hara Si tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon tanaman padi terhadap pemberian silika. Penelitian dilakukan di tiga lokasi di lapangan yaitu Taman Bogo, Lampung; Pariaman, Sumatera Barat dan Maros, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan tanaman padi respon terhadap pemberian unsur hara silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk silika 160-200 kg ha-1 memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan kombinasi kompos jerami dan abu sekam serta perlakuan terak baja. Hasil percobaan lapangan di Maros dan Pariaman memberikan hasil tertinggi gabah kering panen berturut-turut 7,11 t ha-1 dan 8,04 t ha-1 dengan perlakuan kompos jerami (5.000 kg ha-1) + abu sekam (100 kg ha-1). Sedangkan hasil tertinggi di Taman Bogo diperoleh pada dua perlakuan yaitu pupuk Si (160 kg ha-1) dan terak baja 1.000 kg ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian unsur hara silika mampu meningkatkan hasil padi. Peningkatan hasil padi nyata dengan pemberian Si yang dapat diperoleh dari berbagai sumber alam yaitu kompos jerami, sekam padi, terak baja, dan pupuk silika.

Kata kunci: Pupuk silika, kompos jerami, abu sekam, terak baja, desilikasi

Abstract. Decreasing of soil available silica in tropical soils mostly caused by dessilication. Silicon is a beneficial element for rice and sugarcane. The main purpose of this study is to evaluate rice plant response on the application of silica. The research was done in farmer fields in three sites i.e Taman Bogo, Lampung; Maros, South Sulawesi and Pariaman, West Sumatra. The result of on farm trial showed that applying 160 kg ha-1 to 200 kg ha-1 silica fertilizer produced higher yield in all study sites and it was not significantly different with applying straw compost and rice husk ash and sludge. The highest rice yields found in Taman Bogo, Maros, and Pariaman were about 6.34 ton ha-1,7.11 t ha-1, and 6.44 t ha-1, respectively. As summary, applying rice straw compost and rice husk as in to the rice filed could substitute Si lost through harvest as well as Si fertilizer.

Keywords: Silica fertilizer, straw compost, rice husk ash, sludge, dessilication

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 237-246. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933