Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Neraca Hara dan Produktivitas pada Usahatani Padi Sistem Konvensional,
PTT, SRI, dan Semi Organik di Lahan Sawah Irigasi
dengan Tingkat Kesuburan Rendah

Nurjaya, Ibrahim Adamy, dan Sri Rochayati

Abstrak. Untuk mendukung pencapaian swasembada beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah melakukan usaha menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Bersamaan dengan itu, Kementerian Kimpraswil mengembangkan SRI (System of Rice Intensification) dalam rangka peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi. Untuk mengkaji kelebihan dari kedua pendekatan tersebut dilakukan penelitian di lapang di Serang, Banten pada lahan sawah irigasi yang memiliki tingkat kesuburan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis neraca hara dan tingkat produktivitas padi pada sistem pertanian konvensional, PTT, SRI, dan semi organik di lahan sawah irigasi dengan tingkat kesuburan rendah. Penelitian dilakukan selama dua musim tanam dari tahun 2009 dan 2010. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok terdiri atas 6 perlakuan dengan 3 ulangan, perlakuan terdiri atas: sistem pertanian konvensional (petani), PTT, SRI, SPH-1, SPH-2, dan SPH-3. Parameter yang diamati yaitu: tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 30, 45 dan 60 HST, bobot gabah dan jerami serta neraca hara N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hara dengan pemberian pupuk organik saja belum mencukupi kebutuhan hara tanaman yang ditunjukkan dengan pertumbuhan tanaman, jumlah anakan, hasil gabah, dan jerami yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem pertanian PTT dan semi organik. Neraca hara K negatif pada sistem konvensional dan PTT di lahan sawah dengan tingkat kesuburan rendah di Serang pada MK 2009 dan positif pada MK 2010. Usahatani sistem SRI pada tanah sawah dengan tingkat kesuburan rendah menghasilkan bobot gabah dan jerami lebih rendah dibandingkan dengan system PTT dan semi organik.

Abstract, To support the achievement of self-sufficiency in rice as mach as 10 million tonnes in 2014, the Ministry of Agriculture through Agency for Agriculture Research and Development was been taken on itself by integrated plants management (IPM) approach. But at the same time, the Ministry of Kimpraswil developing the System of Rice Intensification in order to increase the efficiency of irrigation water usage. To examine the advantages of both approaches, it was carried out field experiment in Serang, Banten in the irrigated paddy fields with low fertility rates. The aim of this research is to analyze the nutrient balance and the level of rice productivity on conventional farming systems, IPM, SRI, and semi-organic in irrigated paddy fields with low fertility rates status. Research was conducted over the last two seasons of the years 2009 and 2010. The research used a randomized block design consists of 6 treatments, 3 replications. The treatment consisted of: a conventional farming systems (farmer), IPNM, SRI, Nutrient Management System (NMS)-1, NMS-2, and NMS-3. Parameters that observed, namely plant height and number of tillers rice at 30, 45 and 60 days after planting, straw and grain weight, balance of nutrient N, P, and K. The results showed that nutrient management, by adding of organic fertilizer was not enough to supply plant nutrient which are indicated by the plant growth, the number of tillers rice, grain, and straw were low compared to lower agricultural system IPM and semi organic. K balance were negative in the conventional system in the paddy field with a low fertility rate in Serang in dry season 2009 and positive in dry season 2010. Farming system at SRI with low fertility produce grain and straw weight lower than the PTT and semi organic systems.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 247-256. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933