Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Alternatif Pemulihan Lahan Kering Masam Terdegradasi
dengan Formula Pembenah Tanah Biochar di Typic Kanhapludults Lampung

Neneng Laila Nurida dan Achmad Rachman

Abstrak. Pengembangan pertanian tanaman pangan di lahan kering masam mengharuskan adanya upaya ekstra untuk memulihkan kondisi lahan tersebut terlebih dahulu agar tanah dapat berproduksi secara optimal. Upaya mempercepat pemulihan  lahan kering masam terdegradasi sudah banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai bahan amelioran yang umumnya masih bersifat sementara karena sifatnya yang mudah terdegradasi oleh mikroorganisme.  Saat ini telah mulai berkembang di dunia, penggunaan biochar/arang limbah pertanian yang sulit didekomposisi  (tempurung kelapa, kulit buah kakao, sekam padi, batang kayu bakau, kulit kelapa sawit, dan lain-lain) sebagai bahan pembenah tanah alternatif. Biochar selain mampu bertahan lama di dalam tanah atau mempunyai efek yang relatif lama, juga bahan bakunya mudah diperoleh.  Penelitian ini bertujuan menguji formulasi pembenah tanah berbahan baku biochar limbah pertanian dalam memperbaiki kualitas sifat fisik dan kimia tanah terdegradasi.  Penelitian  dilakukan pada tanah Typic Kanhapludults  Kebun Percobaan Taman Bogo, Lampung Timur dengan menggunakan rancangan petak terpisah (split plot) 3 ulangan. Petak utama adalah 3 jenis formula pembenah tanah biochar (SP-50, SP-75, dan KS-50) dan sebagai anak petak adalah tanpa pembenah tanah dan 3 tingkat dosis formula bahan pembenah tanah (2,5, 5, dan 7,5  t ha-1.MT-1). Pembenah tanah biochar dengan cara disebar. Parameter yang diamati adalah BD (bulk density), porositas, pF, permeabilitas, pH (H2O), Corganik, P  tersedia, K  total, KTK, dan respirasi mikroorganisme. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa setelah  satu musim tanam,  ketiga  formula pembenah tanah  biochar limbah pertanian mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Perbedaan dosis pemberian pembenah tanah biochar berpengaruh nyata terhadap fisik dan sifat kimia tanah. Pemberian dosis 5-7,5  t ha-1 meningkatkan  persentase pori air tersedia (PAT) menjadi 9,18-10,11% vol dari semula 6,69% vol (tanpa pembenah tanah). Kandungan P-tersedia meningkat menjadi 29,12-30,71 ppm dari 24,52 ppm (tanpa pembenah tanah), K total meningkat menjadi 5,13-6,43 ppm dari 3,08 ppm (tanpa pembenah tanah), KTK tanah meningkat menjadi 5,91-6,00 cmol(+) kg-1 dari 4,71 cmol(+) kg-1, dan respirasi mikroorganisme meningkat menjadi 9,88-10,78 mg CO2 kg-1 tanah hari-1 dari semula 8,71 mg CO2 kg-1 tanah hari-1 (tanpa pembenah tanah). Peningkatan  ketersediaan hara pada lahan kering masam terdegradasi dengan pemberian formula pembenah tanah biochar akibat terjadinya perbaikan sifat fisik tanah, peningkatan pH, dan KTK. Berdasarkan perbaikan sifat fisik, kimia,  dan biologi tanah tersebut, maka formulasi biochar  berbahan baku limbah pertanian  dapat digunakan sebagai alternatif pembenah tanah untuk pemulihan lahan kering masam yang terdegradasi.

Kata kunci: Biochar, limbah pertanian, sifat tanah, degradasi, pemulihan tanah

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 639-648. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012


Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933