Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Ameliorasi dan Pemupukan untuk Peningkatan Produktivitas Kedelai di Lahan Suboptimal

Wiwik Hartatik dan Septiyana

Abstrak. Kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat dibandingkan tingkat produksi nasional, bahkan 3 tahun terakhir cenderung menurun baik luas panen maupun produksinya, sehingga harus dipenuhi dari impor. Dalam rangka meningkatkan produksi kedelai pada lahan suboptimal diperlukan pengelolaan lahan yang memperhatikan penerapan  pengelolaan hara secara terpadu baik dari sumber pupuk anorganik, organik, dan hayati yang berdasarkan konsep pemupukan berimbang serta teknik konservasi tanah dan pengelolaan air yang tepat. Tujuan penelitian adalah mempelajari bahan ameliorasi yang efektif dalam perbaikan lahan serta pengelolaan hara terpadu dalam meningkatkan produksi kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terpisah dengan petak utama adalah bahan amelioran dolomit dan  soil neutralizer dan anak petak adalah perlakuan pemupukan, kombinasi pupuk anorganik, organik, dan hayati. Tanaman indikator kedelai varietas Wilis, dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm dengan ukuran petak 6 m x 5 m. Pengamatan sifat kimia tanah: C-organik, N total, P tersedia (Bray I), P dan K terekstrak HCl 25%, kation dapat dipertukarkan, kejenuhan basa, kapasitas tukar kation. Analisis jaringan tanaman: kadar N, P, dan K. Pengamatan agronomis: pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilakukan analisis ragam untuk setiap parameter yang diamati. Pengujian beda antar perlakuan dengan uji beda nyata Duncan pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dolomit nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai dan serapan N dibandingkan dengan soil neutralizer. Perlakuan amelioran dolomit dan pemupukan NPK+Biobus+Tithoganic+ MTM nyata meningkatkan hasil kedelai menjadi sebesar 1,41  t ha-1, terjadi peningkatan hasil kedelai 17% dibanding tanpa Tithoganic. Pemberian Tithoganic nyata meningkatkan serapan K tanaman dan  jumlah bintil akar tanaman kedelai. Pemberian pupuk organik sangat diperlukan dalam meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman kedelai di lahan suboptimal.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 657-667. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933