Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kajian Sistem Kendali Mutu Pupuk Hayati Pra Komersialisasi

Edi Husen

Abstrak. Keunggulan suatu produk pupuk hayati ditentukan oleh jumlah populasi, viabilitas mikroba dalam kurun waktu tertentu, dan efikasinya pada tanaman pada berbagai kondisi di lapangan. Sistem kendali mutu pupuk hayati merupakan salah instrumen penting untuk menjamin keefekti fan pupuk hayati dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman serta menjaga keberlanjutan produktivitas tanah. Sebagai makhluk hidup yang tersimpan dalam bahan pembawa (carrier), keberhasilan penggunaan pupuk hayati tidak hanya ditentukan oleh keungulan inokulan, tetapi juga oleh proses formulasi yang terkait dengan higienisitas produksi dan kecocokan bahan pembawa. Sistem kendali mutu internal yang diterapkan saat ini masih terbatas pada uji laboratorium dan belum sampai pada uji efikasi pada tanaman dan tanah dengan penetapan masa kedaluara pupuk. Makalah ini menyajikan proposal sistem kendali mutu pupuk hayati prakomersialisasi yang dimulai dari sampling pupuk untuk uji laboratorium dan efektivitas, serta penetapan masa kedaluarsa pupuk. Parameter uji mencakup viabilitas dan karakter funsional mikroba selama masa simpan, patogenisitas, dan tingkat kontaminasi serta pengaruhnya pada tanaman dan aktivitas mikroba tanah pasca inokulasi.

Kata kunci: kendali mutu, pupuk hayati, mikroba, viabilitas, komersialisasi

Abstract. The quality of a product of biofertilizer is determined mainly by the number of population, viability of microbes in a particular period of time, and its efficacy on plants in various field conditions. A system of quality control is one important instrument to ensure the effectiveness of a biofertilizer in increasing plant growth and yield and sustaining soil productivity. As a living organism lived in the carrier material, the succsessful use of biofertilizer is not only determined by its excellent traits, but also by its formulation process associated with higienist procedures and material compatibility (carrier). Current internal quality control system implemented is still limited to laboratory tests and not to the efficacy trials on plants and soil as well as determination of expiring date. This paper presents a proposed quality control system of biofertilizer prior to commercialization starting from sampling procedures for laboratory testing and its efficacy, as well as the determination of the expiring date period. Test parameters include microbial viability and traits during storage, pathogenicity, and the level of contamination and its effects on plant growth and soil microbial activity after inoculation.

Keywords: quality control, biofertilizer, microbes, viability, commercialization

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Bogor, 29-30 Juni 2012. Penyunting: Wigena et al. Halaman 749-758. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933