Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

BASISDATA KARAKTERISTIK TANAH GAMBUT DI INDONESIA

Anny Mulyani, Erni Susanti, Ai Dariah, Maswar,
Wahyunto, dan Fahmuddin Agus

Abstrak. Lahan gambut Indonesia diperkirakan seluas 14,9 juta ha, dominan menyebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sifat tanah gambut sangat bervariasi sehingga memerlukan basisdata untuk memudahkan pengelompokan dan pemodelan. Basisdata karakteristik lahan gambut telah disusun berdasarkan hasil penelitian kegiatan kerjasama lingkup Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), meliputi administrasi, letak geografis, penggunaan lahan, ketebalan dan kematangan gambut, jarak dari saluran, kedalaman muka air tanah, berat isi (BD), kandungan bahan organik, kadar abu, kerapatan karbon (C density) dan cadangan karbon di Sumatera (Nanggroe Aceh Darussalam, Jambi, Riau) dan Kalimantan (Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan). Data yang terkumpul berasal dari 281 titik pengamatan, 201 titik di Sumatera dan 80 titik di Kalimantan. Jumlah lapisan (jumlah contoh) adalah 2.230, terdiri atas 415 contoh saprik (18,6%), 1.025 hemik (46%), dan 790 fibrik (34,4%). Jumlah sampel kematangan hemik dan saprik dominan di Sumatera (71%) dibandingkan di Kalimantan (50%). Kandungan abu dan BD lapisan saprik di Sumatera lebih tinggi dibandingkan dengan di Kalimantan yang mencirikan bahwa gambut di Sumatera lebih banyak mendapatkan pengayaan bahan mineral dari daerah di sekitarnya. Kandungan karbon berkematangan saprik, hemik, dan fibrik berturut-turut 0,083±0,032; 0,060±0,028; dan 0,049±0,026 t m-3, dengan BD berturut-turut 0,179±0,104; 0,124±0,008; 0,097±0,059 t m-3. Variasi kedalaman gambut berkisar antara 50-1.100 cm, akibatnya cadangan karbon menunjukkan variasi sangat besar berkisar antara 162 t ha-1 sampai 6.390 t ha-1. Variasi cadangan C yang tinggi bukan hanya terjadi antar lokasi yang berbeda, namun juga dalam satu lokasi yang sama (dalam satu hamparan). Penyebaran data di masing-masing provinsi masih belum merata dan sangat terbatas pada beberapa lokasi. Oleh karena itu, basisdata ini perlu dikembangkan sehingga mencakup areal yang lebih luas guna mendukung perencanaan pengelolaan, modeling, dan penelitian lanjutan.

Katakunci: Basisdata, gambut, simpanan karbon, berat isi, kerapatan karbon

Abstract. Peatland area of Indonesia is estimated around 14.9 million ha, distributed mainly in Sumatra, Kalimantan, and Papua islands. The characteristics of peat soil vary and thus database is needed to facilitate grouping and modeling. We initiated peat soil database from various research projects under the Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development including the data of administration, geographical position, land use, peat thickness and maturity, sampling position distance from the drainage canal, water table, bulk density (BD), organic matter content, ash content, carbon density, and carbon stock for sampling points in Sumatra (Naggroe Aceh Darussalam, Jambi, and Riau) and Kalimantan (Central Kalimantan, West Kalimantan, and South Kalimantan). The database was generated from 281 observation points, 201 points from Sumatra and 80 points from Kalimantan. The total number of peat layer (samples) were 2,230 consisted of 415 (18.6%) sapric, 1,025 (46%) hemic, and 790 (34.4%) fibric maturities. The number of sapric and hemic samples was dominant (71%) in Sumatra, while in Kalimantan it was 50%. The ash content and bulk density of peat in Sumatra were higher than those in Kalimantan, indicating a higher mineral soil enrichment in Sumatra. Carbon contents of the sapric, hemic, and fibric peats were 0.083±0.032; 0.060±0.028; dan 0.049±0.026 t m-3, while the BD were 0.179±0.104;0.124±0.008; 0.097±0.059 t m-3, respectively. Peat thickness varied from 50 to 1,100 cm, leading to a very wide range of carbon stock of 162 to 6,390 t ha-1. The high variation of carbon stock was observed not only between sites, but also within the same site. The current data is not yet well distributed; it is limited to certain localities. There is a need to further develop this database to cover a wider area to support the management planning, modeling and further research.

Keywords: Database, peat, carbon stock, bulk density, carbon density

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor, 4 Mei 2012. Penyunting: Husen et al. Halaman 143-154. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933