Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

DISTRIBUSI BENTUK-BENTUK FE DAN KELARUTAN AMELIORAN TANAH MINERAL DALAM GAMBUT

Wiwik Hartatik

Abstrak. Upaya peningkatan produktivitas lahan gambut melalui pemberian ameliorant tanah mineral telah lama dipraktekkan di daerah pertanian gambut. Kation Fe dari amelioran tanah mineral dapat mengurangi pengaruh buruk dari asam-asam fenolat melalui adsorpsi kation pada tapak reaktif gambut. Disamping itu adanya kation Fe dapat meningkatkan ikatan kation dan anion sehingga konservasi terhadap unsur hara yang berasal dari pupuk menjadi lebih baik. Distribusi bentuk-bentuk ikatan (terlarut, dapat ditukar, khelat dan residual) kation Fe yang tererap perlu dipelajari karena berperan dalam menentukan efektivitas pengendalian asam-asam fenolat. Tujuan penelitian adalah mempelajari distribusi bentuk-bentuk Fe dan kelarutannya dari amelioran tanah mineral dalam gambut untuk menentukan dosis amelioran yang digunakan. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kimia Tanah, Balai Penelitian Tanah, Bogor. Pengukuran distribusi bentuk ikatan Fe yang tererap dilakukan dengan ekstraksi bertahap (sequential extraction). Metode yang digunakan dimodifikasi dari prosedur Mathur dan Levesque (1983) serta McLaren dan Crawford (1973). Lima bentuk Fe yang ditetapkan adalah: (1) Fe-larut; (2) Fe-CA, dapat ditukar (0,05 M CaCl2 pH 5,0); (3) Fe-AAC terikat secara lemah dengan bahan organik (asam asetat 2,5%); (4) Fe-DTPA, terkhelat secara kuat (pengekstrak DTPA-TEA terdiri dari 0,005 M DTPA, 0,01 M CaCl2 dan 0,1 M TEA pada pH 7,3); dan (5) Fe-CN, terikat secara sangat kuat termasuk occluded (pengekstrak 0,1 M KCN). Distribusi bentuk Fe dipelajari pada 4 taraf pemberian amelioran tanah mineral: 0; 0,005; 0,015 dan 0,02 g/g gambut. Kelarutan Fe dari amelioran tanah mineral ditetapkan berdasarkan rasio jumlah konsentrasi bentuk-bentuk Fe dan total Fe yang diberikan (Salampak, 1999). Untuk mengetahui hubungan antar fraksi-fraksi Fe dilakukan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi bentuk-bentuk Fe dari pemberian amelioran tanah mineral yaitu Fe-DTPA (khelat) > Fe- terikat kuat > Fe - larut > Fetersedia > Fe- terikat lemah. Peningkatan dosis amelioran tanah mineral meningkatkan Fe larut dan sebaliknya menurunkan Fe-DTPA(khelat). Bentuk Fe -larut berkorelasi negative dengan Fe-DTPA (khelat). Rata-rata kelarutan Fe dari tanah mineral sebesar 13%. Dosis kebutuhan bahan amelioran tanah mineral masing-masing pada 2,5; 5; 7,5; dan 10% adalah berturut-turut sebesar 7,3; 14,6; 21,8 dan 29,1 t.ha-1. Efektivitas pengendalian asam-asam fenolat dapat ditingkatkan dengan pemberian amelioran tanah min eral yang berkadar Fe tinggi melalui pembentukan senyawa kompleks organik-Fe.

Katakunci: amelioran tanah mineral, bentuk-bentuk Fe, gambut.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor, 4 Mei 2012. Penyunting: Husen et al. Halaman 261-273. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933