Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PERAN PUGAM DALAM PENANGGULANGAN KENDALA FISIK LAHAN
DAN MITIGASI GAS RUMAH KACA DALAM SISTEM USAHATANI LAHAN GAMBUT

I G.M. Subiksa

Abstrak. Lahan gambut di Indonesia telah banyak dimanfaatkan untuk usaha pertanian yang menguntungkan, baik untuk tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Namun disisi lain, pemanfaatan lahan gambut juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang cukup besar. Upaya mitigasi emisi karbon dari lahan gambut sangat penting, namun upaya adaptasi dengan penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan tampaknya menjadi solusi yang lebih bijak. Pugam,pupuk yang khusus diformulasi untuk lahan gambut, telah dicoba dalam penelitian demonstrasi plot ICCTF yang cukup luas di 4 propinsi yaitu Jambi, Riau, Kalteng dan Kalsel. Pugam-A dan Pugam-T diaplikasikan pada tanaman perkebunan yaitu kelapa sawit dan karet serta tanaman sela tanaman pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit menunjukkan perbaikan yang diindikasikan dari parameter pertumbuhan tanaman. Regenerasi pelepah daun kelapa sawit terjadi lebih cepat dengan aplikasi Pugam-A. Tandan buah juga terhindar dari steril, sehingga buah sawit muda (buah pasir) terbentuk cukup banyak, sementara perlakuan kontrol buahnya tidak terbentuk. Pugam yang diaplikasikan pada tanaman sela pangan juga menunjukkan perbaikan pertumbuhan dan hasil jagung. Bahan aktif Pugam yang mengandung kation polivalen diduga berperan mengurangi kelarutan asam-asam fenolat yang menghambat pertumbuhan akar tanaman jagung. Aplikasi Pugam pada piringan dan tanaman sela, menghasilkan emisi GRK yang lebih rendah antara 20 – 30%. Hal ini disebabkan karena Pugam mengandung bahan aktif yang mampu melakukan proses kompleksasi asam-asam organik monomer menjadi senyawa komplek yang lebih tahan terhadap dekomposisi. Berkurangnya emisi menunjukkan gambut menjadi lebih stabil sehingga lahan gambut bisa dimafaatkan secara berkelanjutan.

Katakunci: pugam, lahan gambut, emisi karbon, kation polivalen, usahatani berkelanjutan

Absract. Peat land in Indonesia has been used for profitable farming, both for food crops,horticulture as well as estate crops. On the other hand, the utilization of peat land also has a negative impact to the environment because of it produces substantial carbon emissions. Mitigation of carbon emissions from peat lands is very important, however, adaptation efforts trough environmental friendly farming technology seems to be a wise effort. Pugam, a fertilizer specially formulated for peat-land, have been tried in demonstration plots of ICCTF in four provinces of Jambi, Riau, Central Kalimantan and South Kalimantan. Pugam-A and Pugam-T were applied to oil palm and rubber estate crop as well as inter row food crops such as corn and peanut. The results revealed that oil palm showed better growth performance. Leaf frond establishment occurred more rapidly with the application of Pugam-A. Fruit bunches are also likely avoided from the sterile pollens, then oil palm fruit formed normally, meanwhile the control treatment the fruit is not established. Corn also grows well and it has better yield. Pugam contain polyvalent cations as active ingredient and it’s seems to contribute reducing the solubility of phenolic acids, a substance that can inhibit the root establishment. Pugam application on peat soil within the crop circle and inter row crops, resulting in lower GHG emissions until 20-30%. This is because of Pugam contain active ingredients that could promote the formation process of complex compounds that are more resistant to decomposition. The lower carbon emissions on peat will more stable of peat from decomposition then the peat land could be utilized as sustainable farming.

Keywords: pugam, peat land, carbon emission, polyvalent cations, sustainable farming.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor, 4 Mei 2012. Penyunting: Husen et al. Halaman 333-344. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933