Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

ESTIMASI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) DARI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT

Maswar

Abstrak. Dampak dari kebakaran pada lahan gambut lebih berbahaya dibandingkan kebakaran pada lahan kering (tanah mineral), karena selain terbakarnya vegetasi di permukaan, lapisan serasah dan material gambut juga ikut terbakar menghasilkan emisi karbon (CO2) ke atmosfir. Hilangnya bahan organik (tanaman, serasah dan gambut) akibat terbakar menyisakan bahan mineral (abu) yang terkonsentrasi pada permukaan lahan gambut. Berkaitan dengan hal ini, besarnya kehilangan karbon atau emisi CO2 akibat terbakarnya lahan gambut dapat diestimasi berdasarkan pada jumlah abu yang disisakan pada permukaan lahan setelah kejadian kebakaran. Estimasi besarnya kehilangan karbon dalam bentuk emisi CO2 ke atmosfir pada kejadian kebakaran lahan gambut , telah dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat pada bulan Agustus 2009. Pengamatan dilakukan pada dua lokasi kejadian kebakaran hutan gambut pada bulan Juli 2009, masing -masing di desa Cot Gajah Mati, Kecamatan Arongan Lambalek dan di Desa Simpang, Kecamatan Kaway XVI. Sebanyak 5 titik pada masing-masing lokasi bekas kebakaran dan 5 titik pada lokasi hutan di sekitar lokasi kebakaran tersebut dilakukan pengambilan sampel tanah dengan ring sampel untuk penentuan bulk density (BD) dan kadar abu di laboratorium. Selisih antara jumlah kadar abu pada lokasi bekas kebakaran dengan jumlah kadar abu pada permukaan hutan yang tidak terbakar dijadikan sebagai dasar perhitungan besarnya kehilangan karbon dan/atau emisi CO2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa BD pada permukaan lahan yang tidak terbakar adalah 0,07 g cm-3 berbanding 0,15 g cm-3 pada lokasi bekas kebakaran di Desa Simpang dan 0,19 g cm-3 berbanding 0,28 g cm-3 masing-masing untuk lahan tidak terbakar dibandingkan lahan bekas kebakaran hutan di Desa Cot Gajah Mati, sedangkan kadar abu pada lahan hutan yang tidak terbakar dibandingkan lahan bekas terbakar adalah 2,676% berbanding 8,57% di Desa Simpang dan 11,43% berbanding 19,24% di Desa Cot Gajah Mati. Hasil estimasi kehilangan karbon dan emisi CO2 pada kejadian kebakaran hutan lahan gambut di Desa Simpang dan Desa Cot Gajah Mati pada bulan Juli 2009 adalah sebesar 92,16 ton C ha-1 dan 133,38 ton C ha-1 atau setara dengan 338,23 ton CO2 ha-1 dan 489,50 ton CO2 ha-1 masing-masing di Desa Simpang dan Desa Cot Gajah Mati secara berurutan. Dari hasil kajian terlihat bahwa kejadian kebakaran hutan di Desa Cot Gajah Mati mengemisikan karbon 1,45 kali atau 45% lebih besar dibandingkan dengan karbon yang hilang pada kebakaran hutan di Desa Simpang, hal ini terjadi karena adanya perbedaan jenis dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada masing-masing lokasi.

Katakunci: Emisi, gas rumah kaca, kebakaran, gambut.

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor, 4 Mei 2012. Penyunting: Husen et al. Halaman 413-419. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933