Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

BASELINE SURVEY: CADANGAN KARBON PADA LAHAN GAMBUT
DI LOKASI DEMPLOT PENELITIAN ICCTF
(RIAU, JAMBI, KALIMANATAN TENGAH DAN KALIMANTAN SELATAN)

Ai Dariah, Erni Susanti, dan Fahmuddin Agus

Abstrak. Sehubungan dengan pentingnya peran lahan gambut sebagai penyimpan cadangan karbon dan sumber emisi CO2, maka pengukuran dan monitoring cadangan karbon pada lahan gambut menjadi sangat penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan baseline survey cadangan karbon di atas dan bawah permukaan tanah (below dan above ground C-stock) pada lahan gambut di empat lokasi demplot penelitian ICCTF, hasil base line survey ini akan dijadikan sebagai tolok ukur penilaian dampak aplikasi teknologi pengelolaan lahan terhadap konservasi karbon dan peningkatan sekuestrasi karbon. Pengamatan dan pengambilan sample dilakukan bulan Januari 2011-Mei 2011, di 4 lokasi demplot ICCTF, yang terletak di: Desa Lebak Ogong, Kec. Sei Kipang, Kab. Palawan, Prov. Riau; Desa Arang-Arang, Kec. Kumpek Ulu, Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi; Desa Jabiren, Kec. Jabireun Raya, Kab. Pulang Pisau, Prov. Kalimantan Tengah ; dan Desa Tegal Arum, Kec. Landasan Ulin Timur , Kodya Banjar Baru, Prov. Kalimantan Selatan. Bentuk penggunaan lahan yang diamat i simpanan karbonnya adalah kebun sawit di Provinsi Jambi dan Riau, karet di Provinsi Kalimantan Tengah dan padi di Kalimantan Selatan. Pengukuran cadangan karbon dilakukan pada skala plot. Hasil monitoring menujukan cadangan gambut di bawah permukaan pada demplot percobaan di Jambi berkisar antara 1.241-2.098 t ha-1 di Riau 2.257-4.219 t ha-1, di Kalimanatan Tengah 3.335-4.407 t ha-1 dan di Kalimantan Selatan 183-1.142 t ha-1. Karakteristik gambut (Ketebalan, cadangan karbon, simpanan karbon dan kadar abu) baik dalam maupun antar plot sangat bervariasi, terutama pada gambut dangkal seperti di Kalsel. Cadangan C sebelum perlakuan pada tanaman kelapa sawit umur 3-5 tahun di plot ICCTF di Riau dan Jambi berkisar antara 4,5-5,6 ton C ha-1, cadangan C untuk tanaman karet umur 3-5 tahun di plot ICCTF Kalimantan Tengah berkisar antara 4,1-4,9 ton C ha-1. Cadangan C nekromas sebelum perlakuan di lokasi ICCTF di Jambi 0,8-12,6 ton C ha-1, Riau 1,3-24,7 ton C ha-1, Kalteng 0,3-3,5 ton C ha-1 dan Kalsel 0,4-4,2 ton ha-1. Monitoring perubahan C stock sebagai dampak perbaikan pengelolaan lahan, sebaiknya dilakukan minimal dalam jangka waktu 3 tahun

Kata Kunci: Cadangan, karbon, gambut

Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor, 4 Mei 2012. Penyunting: Husen et al. Halaman 445-459. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2012.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933