Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PEMANFAATAN FOSFAT ALAM PADA LAHAN GAMBUT

Wiwik Hartatik

PENDAHULUAN

Pemanfaatan lahan gambut untuk budi daya pertanian dapat berhasil apabila dikelola dengan konsep dan teknologi yang tepat, serta mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan berkelanjutan. Pengelolaan lahan yang baik dengan menerapkan teknologi yang tepat sesuai dengan karakteristik gambut, diharapkan dapat membuat lahan gambut menjadi lahan pertanian berproduktivitas tinggi, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Luas lahan gambut di Indonesia  diperkirakan 13 juta ha  yang dibedakan ke dalam gambut dangkal, sedang, dan sangat dalam (Widjaja-Adhi et al., 1992). Lahan gambut pada umumnya dimanfaatkan untuk tanaman pangan maupun perkebunan, walaupun tingkat produksinya  masih rendah. Tanah gambut digolongkan ke dalam tanah marginal. Hal ini dicirikan dengan reaksi tanah yang masam hingga sangat masam, ketersediaan hara dan kejenuhan basa yang  rendah dan kandungan asam-asam organik yang tinggi, terutama derivat asam fenolat sehingga bersifat racun bagi tanaman (Tadano et al., 1990; Rachim, 1995; Prasetyo, 1996; Salampak, 1999).

Diterbitkan pada Buku Fosfat Alam: Pemanfaatan Pupuk Fosfat Alam sebagai Sumber Pupuk P. Balai Penelitian Tanah. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. 2009.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933