Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

REMEDIASI TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AKUMULATOR LOGAM BERAT AKAR WANGI
(Vetiveria zizanioides L.)

J. Purwani

ABSTRAK

Remediasi yang diartikan sebagai perbaikan lingkungan secara umum diharapkan dapat menghindari resiko-resiko yang ditimbulkan oleh kontaminasi logam yang berasal dari alam (geochemical) dan akibat ulah manusia (anthropogenic). Logam dalam tanah tidak dapat mengalami biodegradasi sehingga pembersihan kontaminan menjadi pekerjaan yang berat dan mahal. Pembersihan polutan dengan cara konvensional (removal) memerlukan biaya yang mahal, untuk mengatasi permasalahan di atas telah dikembangkan teknologi alternatif yang dikenal dengan fitoremediasi.. Pemanfaatan tanaman sebagai fitoremediator lebih murah, disamping itu juga memiliki keuntungan estetika. Tanaman yang ideal yang akan digunakan untuk fitoremediasi harus memiliki produktivitas biomassa, toleransi yang tinggi serta kapasitas akumulasi konsentrasi tinggi dari kontaminan. Akar wangi (Vetiveria zizanioides) adalah sejenis rumput abadi dengan kemampuan adaptasi ekologis yang kuat dan produktivitas biomassa yang besar, mudah untuk mengelola dan tumbuh dalam kondisi tanah yang berbeda, merupakan fitoremediator ideal untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Vetiver zizanioides mampu tumbuh pada lahan yang terkontaminasi logam berat yaitu pada lahan bekas tambang maupun bekas minyak, dan mampu mengakumulasi logam dalam konsentrasi yang tinggi. Tingkat kelangsungan hidup dan rentang penutupan tajuk, Vetiver lebih tinggi dibandingkan dengan 3 spesies rumput yang lain yaitu Bahia, dan St Agustinus dan Bana pada lahan pembuangan minyak. Tanaman Vetiver dapat tumbuh pada tanah dengan konsentrasi As mencapai 500 mg/kg, pada tanah dengan konsentrasi As 1000-2000 mg/kg tanaman tidak dapat bertahan hidup tanpa bahan amelioran. Kontaminasi As pada tanah dapat dikurangi dari 500 mg/kg menjadi 214 mg/kg setelah 6 bulan tanam vetiver dengan ameliorasi limbah susu, mycorhiza dan Azotobacter. Kandungan logam berat pada tajuk dan akar vetiver Fe, Zn, Mn dan Cu pada perlakuan EDTA dan DTPA meningkat nyata dibandingkan dengan kontrol atau kompos. Perlakuan EDTA dan DTPA yang ditambah dengan kompos menunjukkan serapan logam Fe, Zn, Mn dan Cu lebih tinggi dibandingkan EDTA maupun DTPA saja.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku II: Konservasi Lahan, Pemupukan, dan Biologii Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933